detikcom
Senin, 16/01/2012 13:30 WIB

Keji! Bayi 1 Bulan Diperkosa & Dipukuli Hingga Sempat Kritis

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
King\'s College Hospital, London (Daily Mail)
London - Sungguh keji! Seorang bayi laki-laki berusia 1 bulan di Inggris diduga diperkosa dan dipukuli oleh seorang pria dan wanita yang tinggal bersamanya. Setelah mengalami masa kritis karena jantungnya sempat terhenti, sang bayi kini berangsur-angsur pulih.

Seperti diberitakan oleh Daily Mail, Senin (16/1/2012), bayi tersebut mengalami luka cukup parah akibat dipukuli secara keras. Saat dibawa ke rumah sakit, paru-paru sang bayi sobek dan semua tulang rusuknya patah, ditambah tulang leher dan lengan si bayi juga patah.

Tidak hanya itu, dari hasil pemeriksaan medis, si bayi juga dilaporkan mengalami kekerasan seksual dan sejumlah luka dalam. Kondisi ini memunculkan dugaan bayi tersebut juga telah diperkosa.

Kini sang bayi berhasil pulih setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit King's College, London selama hampir 5 minggu. Kejadian penganiayaan dan kekerasan pada sang bayi diperkirakan terjadi pada 1 Desember 2011 lalu di sebuah rumah yang ada di Gravesand, Kent, Inggris.

Dokter anak yang menangani sang bayi telah memperbolehkan sang anak dirawat oleh orangtua asuh. Si dokter sendiri merasa terkejut dan heran karena sang bayi berhasil selamat dari kondisinya yang dinilai cukup fatal bagi anak seusianya.

Kasus ini disebut-sebut sebagai kasus kekerasan terhadap anak yang terparah dan terbrutal yang pernah terjadi di Inggris. Seorang pria berusia 35 tahun dan seorang wanita berusia 33 tahun sempat ditahan polisi terkait kasus ini. Namun kemudian, pasangan yang tinggal di rumah tempat sang bayi ditemukan dalam kondisi kritis ini, telah dibebaskan usai membayar uang jaminan.

Kepolisian Distrik Kent masih melakukan penyelidikan tentang apa yang sebenarnya terjadi pada sang bayi. Para tetangga sekitar rumah menyebut pasangan yang tinggal bersama bayi yang baru dilahirkan tersebut sebagai 'orang baik, wajar dan sopan'. Tidak ada keterangan apakah pasangan tersebut merupakan orangtua kandung bayi tersebut.

"Sang bayi sekarang telah diperbolehkan keluar dari rumah sakit dengan pengawasan petugas sosial dan kini dia tengah bersama dengan orangtua asuhnya. Sedangkan seorang pria berusia 35 tahun dan seorang wanita 33 tahun, yang ditangkap terkait kasus kekerasan ini, masih bebas dengan jaminan," ujar juru bicara Kepolisian Kent.

Kasus yang menimpa sang bayi ini mendapat perhatian masyarakat. Mereka meletakkan bunga, lilin dan boneka serta mainan di dekat rumah sang bayi sebagai bentuk kepedulian. Namun bebasnya pasangan pria dan wanita yang diduga pelaku kekerasan sempat menuai kemarahan publik. Warga sempat menggeruduk sebuah rumah yang diduga menjadi tempat tinggal pasangan tersebut setelah bebas dengan jaminan.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nvc/ita)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%