Senin, 16/01/2012 11:47 WIB

Sengketa Lahan, Warga Dayak Curhat ke DPR

Mega Putra Ratya - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Sejumlah warga Dayak Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, mengadu ke Komisi III DPR menyusul kasus sengketa lahan. Sedikitnya 2 warga tewas dan 2 warga dilaporkan hilang.

"Mereka menyerobot lahan adat, ada kuburan di gusur juga," kata seorang warga, Ananta, usai mengadu ke Komisi III DPR, Senayan, Jakarta, Senin (16/1/2012).

Ananta mengatakan ada 12 warga yang ditahan di Polres Suriyan karena melakukan perlawanan untuk mempertahankan tanahnya.

"Ada juga anggota DPRD yang saat ini diburu polisi dengan alasan provokator," ujarnya.

Perebutan lahan tersebut dimulai sejak tahun 2003. Ada 58 perusahaan yang menyerobot tanah seluas 700.000 hektar milik warga.

Sementara perwakilan warga lainnya Saurip Kadi mengatakan, masalah ini berawal karena adanya Peraturan Menteri Perhutanan No. 47/Menhut/2/2010 tentang panitia rapat batas kawasan hutan, justru dilanggar sendiri.

"Dalam prakteknya ketika di dalam kawasan tersebut ditemukan adanya pemukiman atau hak-hak rakyat, mereka tidak mematuhi ketentuan yang ada. Yang terjadi konspirasi antara pengusaha dan penguasa," kata Saurip Kadi.Next

Halaman 1 2

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(mpr/aan)




Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%