detikcom

Kaukus Myanmar Apresiasi Pembebasan Ratusan Tapol Myanmar

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Sabtu, 14/01/2012 06:08 WIB
Tahanan politik yang dibebaskan (AFP)
Jakarta Pembebasan ratusan tahanan politik (tapol) di Myanmar mendapat apresiasi dari ASEAN Inter-Parliamentary Myanmar Caucus (AIPMC). ASEAN, terutama Indonesia, diminta untuk ikut mendorong upaya demokratisasi di Myanmar.

"AIPMC atau Kaukus Myanmar mengapresiasi keberanian Presiden Thein Sein dan berharap dia mendapat dukungan dari segenap unsur pemerintahan, termasuk Dewan Pertahanan Keamanan Nasional Myanmar," ujar Ketua AIPMC, Eva Kusuma Sundari dalam rilis yang diterima detikcom, Sabtu (14/1/2012).

Menurut Eva, pembebasan 651 tahanan politik di Myanmar ini sedikit berbeda dengan pembebasan yang dilakukan sebelumnya. Sebab, kali ini terdapat juga tokoh-tokoh pejuang demokrasi, seperti antara lain mantan Perdana Menteri Khin Nyunt dan tokoh mahasiswa dari 'Gerakan Mahasiswa Tahun 1988', Min Ko Naing.

Selain itu, ada juga 60 tokoh eks militer yang sebelumnya dipenjara atas tuduhan mata-mata. Mereka semua dibebaskan, pada Jumat (13/1), oleh pemerintah Myanmar di bawah kepemimpinan Presiden Thein Sein.

Eva menyatakan, AIPMC juga menyambut gembira kesepakatan gencatan senjata antara militer Myanmar dengan kelompok etnis Karen National Union. "Berharap hal yang sama juga berlangsung dengan kelompok-kelompok minoritas lainnya," imbuhnya.

Ditambahkan dia, keberanian dan komitmen pribadi Presiden Thein Shein terhadap demokratisasi perlu digenapi dengan reformasi hukum yang menjamin kebebasan dan HAM rakyat Myanmar demi keberlangsungan demokratisasi itu sendiri. Dia juga meminta agar ASEAN, terutama Indonesia, memberikan dukungan terbesar dan dorongan khusus dalam reformasi demokrasi yang tengah berlangsung di Myanmar.

"Sepatutnya ASEAN, terutama Indonesia memberikan dorongan bagi percepatan demokratisasi di Myanmar. AIPMC bersama masyarakat dunia masih menunggu perubahan-perubahan signifikan dalam sistem hukum Myanmar," tandas Eva.

AIPMC atau Kaukus Myanmar, yang terbentuk pada 2004 lalu, merupakan gabungan dari para anggota parlemen sejumlah negara ASEAN, seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, dan Kamboja. Kaukus ini memfokuskan pada pembahasan isu-isu terkini di Myanmar, terutama soal reformasi demokrasi di negara tersebut.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama juga melontarkan pujian bagi Presiden Thein Sein atas pembebasan ratusan tahanan politik Myanmar. Obama menyebut keputusan ini sebagai 'langkah penting' bagi Myanmar menuju reformasi demokrasi.

(nvc/did)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel