Jumat, 13/01/2012 23:57 WIB

Bea Cukai Batam Gagalkan Penyelundupan 2,4 Kg Sabu Asal Malaysia

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Foto: Ilustrasi
Batam - Bea dan Cukai (BC) Batam berhasil menggagalkan penyelundupan sabu-sabu sebanyak 2,4 kilogram (kg) narkotika jenis sabu-sabu. Seorang tersangka kini sudah diamankan bersama barang buktinya ke Polresta Batam.

"Kita sudah mengamankan tersangka, seorang laki laki asal Indonesia berinisial MS (42). Menurut MS, dia hanya dititipi oleh seseorang. Tapi ketika ditanya siapa orangnya, MS sendiri tidak mengetahui," kata petugas Bea dan Cukai (BC) Batam, Kunto kepada wartawan di pelabuhan Internasional Batam Centre, Jumat (13/01/2012).

Menurut Kunto, sabu-sabu ini masuk ke pelabuhan dengan modus di sembunyikan di dalam Seprai dan Air Cooler. Barang haram tersebut di bawa dari Stulang Laut Johor Baru, Malaysia dengan menggunakan kapal Pintas Samudra 9.

Kunto menjelaskan, sabu-sabu tersebut masuk pelabuhan sudah dalam bentu kemasan plastik 25 paket. Diperkirakan harga sabu-sabu itu mencapai Rp 5 miliar.

Tersangka diacam pasal berlapis. Tersangka MS dijerat dengan Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun.

"Kini barang bukti dan tersangka di serahkan ke Polresta Batam untuk proses penyidikan," tandasnya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(cha/did)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%