detikcom

Kecil Kemungkinan Pesawat Antariksa Rusia Jatuh di Rumah Penduduk

Nurvita Indarini - detikNews
Jumat, 13/01/2012 14:42 WIB
Roket Zenit meluncur ke ruang angkasa membawa Phobos-Grunt/German Aerospace Center (space.com)
Jakarta Pesawat antariksa milik Rusia yang tak lagi berfungsi, Phobos-Grunt, akan menghantam Bumi pada 16 Januari mendatang. Lokasi pasti jatuhnya serpihan pesawat ini belum diketahui. Namun kemungkinan kecil rumah penduduk diterjang puing Phobos-Grunt.

"Kemungkinan kecil jatuh di kawasan pemukiman penduduk. Luas wilayah pemukiman itu tidak seberapa dibanding luas yang dijelajahi Phobos Grunt," kata Profesor Riset Astronomi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin, dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (13/1/2012).

Dia menjelaskan orbit pesawat ini di antara 51,4 derajat lintang utara sampai 51,4 derajat lintang selatan yang sebagian besar merupakan wilayah lautan, gurun, dan hutan. Probabilitas serpihan pesawat mengenai penduduk adalah 1:10.000 dan bahkan lebih.

"Yang dulu pernah dilaporkan di Gorontalo pada 1981, Lampung pada 1988, Bengkulu pada 2003, jatuhnya di kebun yang jauh dari rumah penduduk. Lalu di Flores pada 2007, warga mendengar ledakan keras. Diduga itu sampah antariksa, tidak ditemukan karena jatuh ke laut," lanjut Djamaluddin.

Alumnus Universitas Kyoto, Jepang, ini wilayah di Bumi lebih banyak terdiri dari lautan, gurun dan hutan. Itulah yang menyebabkan puing pesawat antariksa itu tidak akan menimpa kawasan padat penduduk.

"Wilayah yang berpenduduk di Bumi ini lebih sedikit," ucap Djamaluddin..

LAPAN melakukan pemantauan jatuhnya Phobos-Grunt dengan intensif. Sejauh ini LAPAN masih berkeyakinan bangkai pesawat akan jatuh di lautan Pasifik. Namun lokasi tepat jatuhnya puing pesawat ini baru bisa diketahui 1-2 jam sebelum jatuh.

Yang perlu diwaspadai dari satelit berbobot hampir 14 ton ini adalah adanya bahan kimia berbahaya yang merupakan sumber bahan bakarnya, yaitu Unsymmetrical Dimethyl Hidrazine (UDMH) dan Dinitrogen Tetroxide (DTO). Diperkirakan sekitar 200 kg yang terdiri atas 20 – 30 pecahan tidak terbakar habis di atmosfer sehingga dapat selamat sampai ke permukaan Bumi. Masyarakat dapat ikut memantau Phobos-Grunt melalui http://foss.dirgantara-lapan.or.id/orbit/

Pesawat ini diluncurkan di Moskow pada 9 November 2011 lalu. Peluncuran sebenarnya berjalan lancar, tetapi salah satu mesin untuk memastikan Phobos-Grunt tetap pada jalurnya dalam perjalanan ke Mars, tak berfungsi. Pesawat tanpa awak ini sedianya mempunyai misi mengambil sampel di Phobos yang merupakan bulan milik Mars.

(vit/nrl)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel