Chandra Hamzah, 'Pengangguran' yang Kini Sibuk Ceramah Korupsi
Kamis, 12/01/2012 08:32 WIB
Jakarta
Apa kabar Chandra Hamzah selepas dari Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK)? Ternyata kini dia sibuk berceramah. Bukan ceramah soal agama, melainkan tentang pemberantasan korupsi.
Ditemui di sebuah kafe di bilangan Jakarta, Selasa (10/1/2012) malam, Chandra kini tampak lebih bugar. Penampilannya pun lebih santai, beda dengan saat masih menjadi pimpinan KPK.
"Sekarang masih pengangguran," seloroh Chandra saat ditanya apa aktivitasnya sekarang.
Meski mengaku pengangguran, bapak satu anak itu tidak sepenuhnya berhenti dari kegiatan antikorupsi. Dia sering menjadi pembicara dalam sebuah seminar atau acara dialog bertema korupsi.
Terakhir, dia tampil sebagai narasumber dalam diskusi bertema pencucian uang di Hotel Mega Anggrek, Jakarta Barat, Selasa (10/1) lalu. Dalam kesempatan itu, dia mengungkap idenya terkait masalah pencucian uang.
Pria kelahiran Jakarta, 25 Februari 1967 ini mengusulkan agar ada perlindungan hukum bagi seseorang yang melaporkan tindak pidana pencucian uang. Termasuk kepada pengacara yang membelanya.
"Di Indonesia belum ada aturan itu. Di AS (Amerika Serikat) ada ketentuan kalau lawyer curiga kliennya lakukan transaksi pencucian uang, dia bisa di-disclose membuka ke PPATK AS. Dengan begitu, dia terbebas, hanya memberitahu saja," ungkapnya.
Chandra juga sempat menuturkan cerita menarik terkait aktivitas barunya ini. Dia kini boleh menerima honor dari setiap ceramahnya, sebuah hal yang sempat dilarang dulu ketika masih menjabat sebagai pimpinan KPK.
"Sekarang sudah boleh dong,"ucapnya sambil tertawa.
Selain ceramah antikorupsi, kini mantan aktivis UI ini juga sibuk menjaga kebugaran. Dia sedang mencoba rajin kembali berolahraga, terutama saat di rumah.
"Saya mau pakai lagi sepeda statik, mau olahraga lagi ah," ucapnya.
Ditanya kapan rencana kembali beraktivitas sebagai pengacara, Chandra belum mau mengungkapkannya. Meski firma hukum 'Assegaf Hamzah and Partner' masih berkibar, dia mengaku kini belum aktif lagi sebagai pengacara dan memilih jadi penceramah.
"Lumayan juga honornya," canda pengacara yang pernah aktif di YLBHI ini.
(mad/vit)
Ditemui di sebuah kafe di bilangan Jakarta, Selasa (10/1/2012) malam, Chandra kini tampak lebih bugar. Penampilannya pun lebih santai, beda dengan saat masih menjadi pimpinan KPK.
"Sekarang masih pengangguran," seloroh Chandra saat ditanya apa aktivitasnya sekarang.
Meski mengaku pengangguran, bapak satu anak itu tidak sepenuhnya berhenti dari kegiatan antikorupsi. Dia sering menjadi pembicara dalam sebuah seminar atau acara dialog bertema korupsi.
Terakhir, dia tampil sebagai narasumber dalam diskusi bertema pencucian uang di Hotel Mega Anggrek, Jakarta Barat, Selasa (10/1) lalu. Dalam kesempatan itu, dia mengungkap idenya terkait masalah pencucian uang.
Pria kelahiran Jakarta, 25 Februari 1967 ini mengusulkan agar ada perlindungan hukum bagi seseorang yang melaporkan tindak pidana pencucian uang. Termasuk kepada pengacara yang membelanya.
"Di Indonesia belum ada aturan itu. Di AS (Amerika Serikat) ada ketentuan kalau lawyer curiga kliennya lakukan transaksi pencucian uang, dia bisa di-disclose membuka ke PPATK AS. Dengan begitu, dia terbebas, hanya memberitahu saja," ungkapnya.
Chandra juga sempat menuturkan cerita menarik terkait aktivitas barunya ini. Dia kini boleh menerima honor dari setiap ceramahnya, sebuah hal yang sempat dilarang dulu ketika masih menjabat sebagai pimpinan KPK.
"Sekarang sudah boleh dong,"ucapnya sambil tertawa.
Selain ceramah antikorupsi, kini mantan aktivis UI ini juga sibuk menjaga kebugaran. Dia sedang mencoba rajin kembali berolahraga, terutama saat di rumah.
"Saya mau pakai lagi sepeda statik, mau olahraga lagi ah," ucapnya.
Ditanya kapan rencana kembali beraktivitas sebagai pengacara, Chandra belum mau mengungkapkannya. Meski firma hukum 'Assegaf Hamzah and Partner' masih berkibar, dia mengaku kini belum aktif lagi sebagai pengacara dan memilih jadi penceramah.
"Lumayan juga honornya," canda pengacara yang pernah aktif di YLBHI ini.
(mad/vit)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
TokohTerbaru
Indeks Tokoh »
-
Selasa, 22/05/2012 17:37 WIB
Reisa Kartika, Putri Lingkungan yang Ikut Identifikasi Korban Sukhoi
-
Selasa, 15/05/2012 17:05 WIB
Andre Siregar Sang Penerjemah Presiden
-
Senin, 14/05/2012 16:16 WIB
Ahmad Dhani dan Peluang Jadi Politikus
-
Kamis, 10/05/2012 21:06 WIB
Ninasapti Partowidagdo Jalankan Wasiat Hidup Hemat Sang Suami
-
Selasa, 08/05/2012 08:36 WIB
Deddy Herlambang dan Aksi Komunitasnya Merawat Lokomotif Kuno
-
Minggu, 27/05/2012 16:26 WIB
Tabrak Jakmania di Dekat Halte Halimun, TransJ Diamuk Massa
-
Minggu, 27/05/2012 15:48 WIB
Mercy Terbakar di Depan PIM 2, Lalin Sempat Macet
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
Minggu, 27/05/2012 15:43 WIB
Jelang Pilkada DKI, Foke Minta Petuah Jusuf Kalla
-
689 Komentar
-
288 Komentar
-
255 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
