Rabu, 11/01/2012 13:47 WIB

Gempa Bumi di Aceh, SBY Sangat Prihatin

Hery Winarno - detikNews
Jakarta - Presiden SBY telah menerima laporan gempa bumi 7,1 SR yang mengguncang Aceh disertai potensi tsunami sebelum akhirnya peringatan itu dicabut. SBY prihatin atas terjadinya bencana itu.

"Bapak Presiden tadi pagi telah menerima laporan terkait adanya gempa bumi di Aceh, Bapak presiden sangat prihatin," ujar juru bicara kepresidenan Julian A Pasha kepada Wartawan di Mess TNI Angkatan Laut Malang, Jawa Timur, Rabu (11/1/2012).

Menurut Julian, SBY telah menginstruksikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menangani gempa bumi di Aceh tersebut. Akibat gempa bumi itu pastinya membutuhkan penanganan.

"Sampai tadi pagi kami berangkat tim dari BNPB masih melakukan pemantauan. Yang dilaporkan tadi pagi belum ada korban," terang Julian.

Julian menambahkan, SBY tidak memberikan arahan khusus pada Menko Kesra. Namun sudah dapat dipastikan Menko Kesra akan segera menangani gema bumi tersebut.

"Dengan sendirinya Menko Kesra mengadakan koordinasi langsung," kata Julian.

Gempa berkekuatan 7,1 SR mengguncang Aceh pada pukul 01.36 WIB. Gempa berada di koordinat 2.32LU,92.82 BT dengan kedalaman 10 Km. Sebelumnya BMKG sempat melaporkan adanya potensi tsunami akibat gempa tersebut. Namun setelah 2 jam dari terjadinya gempa, BMKG mencabut semua peringatan tsunami.




Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(nik/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
84%
Kontra
16%