detikcom
Selasa, 10/01/2012 13:01 WIB

'Garong' Rp 8,7 M, Mantan Kacab Bank BNI Tebet Dibui 5 Tahun

Andi Saputra - detikNews
ilustrasi (ari saputra/detikcom)
Jakarta - Mahkamah Agung (MA) tetap menghukum mantan Kepala Cabang Bank BNI Tebet, Gatot Wardoyo selama 5 tahun penjara. Dia terbukti melakukan tindak pidana korupsi dengan kerugian negara sebesar Rp 8,7 mililar.

"Menolak kasasi jaksa," kata ketua majelis hakim Imron Anwari dalam salinan putusan yang di rilis MA, Selasa (10/1/2012).

Perbuatan pidana tersebut bermula pada 20 September 2002, saat Gatot menawarkan Sertifikat Giro Plus (Sertiplus) dengan diskon 14,25 persen dengan fasilitas penitipan bilyet Sertiplus di safe deposite box BNI Tebet. 2 hari setelah itu, Dana Pensiun Bank Mandiri menransfer Rp 10 miliar untuk membeli Sertiplus. Setelah itu, BNI Tebet menerbitkan 10 Sertiplus atas nama Dana Pensiun Bank Mandiri yang disimpan di safe deposit box BNI Tebet.

Namun, oleh Gatot, 10 lembar Sertiplus tersebut diserahkan ke Yulianus Indrayana untuk dijadikan jaminan kredit tanpa sepengetahuan Dana Pensiun Bank Mandiri. Hingga mengucur kredit Rp 8,7 miliar atas nama Yulianus.

Pada 21 November 2002, Gatot dipindahtugaskan ke kantor wilayah 10 BNI Jakarta. Hingga jatuh tempo pembayaran kredit Yulianus pada 25 Oktober 2002.

"Pada 23 Desember 2002, Dana Pensiun Bank Mandiri meminta uang senilai 10 Sertiplus dicairkan. Tapi BNI tidak bisa mencairkan," tambah putusan tersebut.

Alhasil, Dana Pensiun Bank Mandiri merasa dirugikan dan melaporkana kasus ini ke polisi. Di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Gatot diganjar 5 tahun penjara pada 14 Mei 2008. Putusan ini lebih ringan dibanding tuntutan jaksa yaitu selama 8 tahun penjara.

Lantas jaksa pun banding. Di Pengadilan Tinggi Jakarta, hakim menghukum dengan hukuman sama pada 4 Agustus 2010. Saat mengajukan kasasi, MA tetapi mengganjar Gatot dengan hukuman 5 tahun penjara.

"Tidak ada alasan yang bisa menjadikan dikabulkannya kasasi," kata putusan yang dibuat oleh Hakim Agung Suwardi dan Rehngena Purba pada 20 April 2011 ini.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 12.45 WIB

(asp/nwk)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%