detikcom
Minggu, 08/01/2012 19:28 WIB

KPK Tunggu Kesaksian Rosa di Persidangan Soal 'Ketua Besar'

Laurencius Simanjuntak - detikNews
Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menyelidiki sosok 'Ketua Besar' yang menurut Nazaruddin terlibat dalam kasus suap Wisma Atlet SEA Games XXVI Palembang. Untuk mengungkapnya, KPK menunggu kesaksian Mindo Rosalina Manulang di persidangan.

"Sekarang kan Rosa belum diperiksa di kasusnya yang ini. Yang namanya alat bukti akan apa yang dikemukakan saksi di persidangan kan," tutur Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, di kantor LSI, Jl Lembang Terusan, Jakarta Pusat, Minggu (8/1/2011)

Bambang mengatakan, kesaksian Rosa cukup penting di persidangan. Wakil Ketua KPK yang membidangi sektor penindakan sekaligus pencegahan ini juga mengemukakan, pihaknya sulit untuk mengklarifikasi informasi di luar pengadilan.

"Kalau tidak begitu, kita ditertawain. Sebaiknya biar saksi yang mengemukakan.

Pada Rabu pekan lalu, Rosa batal bersaksi di persidangan karena Nazaruddin yang menjadi terdakwa mendadak mengalami gangguan kesehatan. Rosa sedianya bersaksi bersama terpidana kasus wisma atlet lainnya, Mohamad El Idris.

Nazaruddin pernah mengungkap sejumlah istilah sepeti 'bos besar' dan 'ketua besar' dalam proyek kasus suap wisma atlet. Nah, belakangan Nazaruddin mengamini istilah 'ketua besar' merujuk kepada Ketua Banggar Malchias Mekeng.

"Iya benar. (Kalau bos Besar) Angie sama Rosa yang lebih tahu," kata Nazaruddin ketika ditanya apakah benar sosok Mekeng yang disebut sebagai 'ketua besar'. Hal tersebut diungkapkannya di Pengadilan Tipikor, Jl Rasuna Said, Jaksel, Rabu, (4/1/2011).


Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(fjp/lh)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%
MustRead close