detikcom
Sabtu, 07/01/2012 17:43 WIB

Golkar Minta Demokrat Sudahi Lemparan 'Ikan Salmon'

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
foto: detikcom
Jakarta - Partai Golkar meminta politisi PD berhenti melontarkan isu 'ikan salmon' yang ingin menggoyang Presiden SBY. Namun fokus bekerja untuk rakyat.

"Kalau menurut saya sekarang ini kita tidak perlu saling melempar 'ikan' antara satu partai dengan partai lain," tutur Ketua Fraksi Partai Golkar DPR, Setya Novanto.

Hal ini disampaikan Novanto menanggapi isu 'ikan-ikan' yang kian meramaikan politik tanah air. Hal ini disampaikan Novanto kepada detikcom, Sabtu (7/1/2012).

Ia mendorong partai mitra koalisi termasuk PD untuk bersama-sama mendukung kebijakan pemerintah. Tidak perlu memunculkan isu yang malah memecah belah koalisi.

"Sebaiknya kita sebaiknya bersama-sama menyelesaikan masalah yang lebih besar. Kita punya masalah ekonomi, kita juga punya masalah di Aceh, sebaiknya itu kita selesaikan sama-sama sehingga masyarakat tidak jenuh lagi. Rakyat melihat ini seperti boneka yang berkepanjangan, kita mesti menyudahi ini di tahun 2012, meski kondisi politik panas kita harus tetap berpikir jernih," paparnya.

Golkar pun menjanjikan akan setia di belakang SBY sampai pemilu mendatang. "Sampai tahun 2014 kita tetap memegang komitmen menjaga pemerintahan SBY-Boediono," tegasnya.

Sebelumnya, Politisi PD Sutan Bathoegana menuding politisi dari Golkar dan PKS seperti 'Ikan Salmon'. Istilah Ikan Salmon ini adalah kependekan dari intelektual kagetan yang asal ngomong.

Bambang Soesatyo yang geram disebut 'ikan Salmon' yang suka menggoyang SBY oleh Sutan Bathoegana. Politisi Golkar ini membalas dengan menyebut Sutan 'ikan teri asin.'

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang tak terima disebut sebagai 'ikan salmon' yang punya syahwat politik mengguncang SBY-Boediono. PKS balas menyebut politisi Partai Demokrat (PD) sebagai 'ikan Piranha' yang buas.

"Kalau begitu PD seperti 'Piranha', iya lah karena pikiran, hati, dan bicara suka beda," tutur Wakil Ketua Komisi III DPR dari PKS, Nasir Jamil kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (6/1/2012).


Anak seorang pembantu raih nilai UN tertinggi se-Jawa Timur. Saksikan kisahnya di "Reportase Sore", pukul 16.30 WIB, hanya di Trans TV.

(van/ndr)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    58%
    Kontra
    42%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000