detikcom
Sabtu, 07/01/2012 07:05 WIB

Masih di ICU, Korban Penembakan Pengendara Sedan Belum Bisa Diperiksa

M Rizki Maulana - detikNews
Jakarta - Hasanuddin (32), korban penembakan yang dilakukan oleh pengendara sedan di Pondok Ungu, Bekasi belum bisa dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Sampai saat ini Hasanuddin masih dirawat di ICU.

"Hingga saat ini kita belum bisa bertanya kepada Hasanuddin secara detail. Karena dia juga masih berada di ICU Kramat Jati," ujar Kapolsek Medan Satria, Bekasi, Kompol Triyono saat dihubungi detikcom Jumat (6/1/2012).

Menurut pihak kepolisian, satu-satunya keterangan Hasanuddin yang penting adalah pada saat kejadian dia bersama rekannya berinisial R. R yang diketahui bekerja sebagai sopir angkot di Tangerang hingga saat ini keberadaanya masih misterius.

"Keterangan yang kita dapat, R itu supir tembak baik sebagai supir taxi maupun supir angkot di daerah Tangerang. Saat ini anggota kita masih telusuri, tetapi tidak ada inisial orang tersebut," terangnya.

Triyono menambahkan, apabila R bisa diketemukan dan dimintai keterangannya, ini akan membuka tabir misteri kasus penembakan ini. Keterangan R nantinya bisa membantu pihak kepolisian bisa menceritakan kronologis, mengidentifikasi pelaku dan kendaraan yang digunakan.

"Keterangan R sangat berguna bagi kepentingan penyelidikan. Untuk itu kita mencoba untuk mencari R dan mendapatkan keterangannya," imbuhnya.

Sebelum diberitakan, Hasanudin terlibat serempetan dengan mobil sedan di kawasan kawasan Pondok Ungu, Bekasi pada Rabu (4/1). Hasanudin dan pengendara sedan terlibat adu mulut. Tiba-tiba saja Hasanuddin ditembak di bagian leher oleh pengemudi sedan. Insiden ini terjadi sekitar pukul 02.00 WIB.


(did/did)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
72%
Kontra
28%