Jumat, 06/01/2012 16:27 WIB

Akan Ada Upacara Militer Sambut Kapten Pnb Ali Mustofa di Yogyakarta foto

Bagus Kurniawan - detikNews
Foto: Parwito/detikcom
Yogyakarta - Jenazah Kapten Penerbang Ali Mustofa, pilot pesawat latih TNI AU yang jatuh di persawahan di Magelang, Jawa Tengah, saat ini masih berada di Rumah Sakit Tentara, Kota Magelang. Almarhum akan mendapatkan penghormatan militer.

"Rencananya jenazah Kapten Ali Mustofa akan disemayamkan di Hanggar Skuadron Pendidikan (Skadik) 102 Lanud Adisutjipto untuk diberikan penghormatan secara kemiliteran. Saat ini masih proses evakuasi dari Magelang untuk dibawa ke RS Hardjolukito," kata Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Lanud Adisutjipto
Kapten Yutu Nugroho saat dihubungi, Jumat (6/1/2012).

Belum dipastikan apakah jenazah Kapten Ali Mustofa akan dimakamkan di Yogyakarta atau di daerah asalnya di Bogor, Jawa Barat.

Pesawat latih TNI AU jenis C dengan nomor registrasi LD- 3417, yang jatuh di Magelang merupakan pesawat buatan tahun 1976. Namun, TNI AU menilai pesawat latih produksi AS ini masih dalam keadaan baik dan laik terbang.

Saat ini, pesawat masih berada di TKP tepatnya di Dusun Jetis, Desa Kedungsari, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang, Jateng. Kondisi pesawat selain nyungsep ke persawahan, juga terbelah menjadi tiga bagian. Sementara jenazah sang pilot Kapten Ali Mustofa yang terbang untuk latihan rutin, telah dibawa ke Rumah Sakit Tentara (RST) Kota Magelang.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(bgs/anw)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%