Jumat, 06/01/2012 11:11 WIB

Putri Arab Saudi Kecam Pemerintah Atas Kemiskinan

Rita Uli Hutapea - detikNews
Putri Basma (Press TV)
Riyadh - Seorang putri Arab Saudi mengecam pemerintah Saudi atas korupsi, kemiskinan dan pelanggaran HAM serius di kerajaan Teluk Persia itu. Kecaman itu dilontarkan Putri Basma Bint Saud Bin Abdul Aziz, yang merupakan keponakan Raja Abdullah.

Kepada media Inggris seperti dilansir Press TV, Jumat (6/1/2012), aktivis sosial itu mengatakan dirinya tak akan berdiam diri atas apa yang terjadi di negara asalnya.

Putri Saudi itu mengkritik apa yang disebutnya sebagai ketidakadilan dalam distribusi kekayaan dan kekuasaan antara keluarga kerajaan dan rakyat biasa.

"Kami punya 2.000 orang kerajaan yang multijutawan, yang memiliki semua kekuasaan, semua kekayaan dan tak ada seorang pun yang bisa mengucapkan sepatah kata terhadap itu karena mereka takut kehilangan apa yang mereka miliki," cetus Putri Basma.

"Jika Anda pria miskin dan Anda mencuri, tangan Anda dipotong setelah tiga pelanggaran. Namun jika Anda pria kaya, tak seorang pun yang akan mengatakan apapun pada Anda," kata putri Saudi yang kini tinggal di London, Inggris.

Putri Basma juga menuding para pejabat Saudi tidak cakap dalam melakukan tugas-tugas mereka. "Kami punya menteri-menteri yang tidak mampu melakukan apa yang telah diperintahkan dari atas karena tidak ada tindak lanjut, karena tidak ada konsekuensi," cetus wanita berumur 47 tahun itu.

Selama ini beberapa kelompok HAM dan badan-badan internasional seperti Human Rights Watch dan Amnesty International sering mengecam rezim Saudi atas pelanggaran HAM mereka yang meluas. Salah satu contohnya mengenai larangan bagi kaum wanita untuk menyetir mobil. Larangan itu memang tidak diterapkan dalam aturan hukum namun merupakan fatwa yang dikeluarkan para ulama Saudi.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(ita/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
41%
Kontra
59%