Masyarakat Jangan Takut Melawan Jika Diperlakukan Tak Adil
Jumat, 06/01/2012 09:21 WIB
Jakarta
Kasus-kasus yang mengusik rasa keadilan seperti kasus pencurian sandal oleh AAL, email Prita, serta nenek yang diadili karena mencuri kakao, masih sering terjadi. Masyarakat pun diminta tidak takut melawan jika diperlakukan tidak adil.
Tentu saja melawan bukan dengan cara anarki, tetapi dengan mengumpulkan dukungan masyarakat serta meminta bantuan dari lembaga bantuan hukum (LBH) yang pro pada rakyat kecil.
"Jangan takut dan jangan diam saja. Di-blow up saja melalui media massa. Jadi kasusnya bisa dipantau terus. Keluarga korban pun bisa meminta bantuan pada LBH setempat," ujar Direktur Imparsial, Poengky Indarti kepada detikcom, Jumat (6/1/2011).
Poengky meminta aparat hukum pun tidak semena-mena dalam menerapkan hukuman. Perlu dilihat juga nilai kerugian, psikologis pelaku serta usia pelaku.
"Kalau kasusnya tidak jelas seperti yang sandal di Palu itu kan masih sumir. Kenapa harus sampai pengadilan segala," sesalnya.
Dia melihat kasus ini sampai ke pengadilan karena dilaporkan oleh aparat kepolisian. Ada kecenderungan, laporan dari aparat memang akan langsung ditindaklanjuti walau kasusnya masih tidak jelas.
"Tidak bisa seperti itu. Harus dilihat rasa keadilan. Jangan mentang-mentang yang lapor aparat lalu kasusnya langsung diproses. Ini tidak adil. Hakim dan jaksa terutama di daerah jangan berlaku seperti ini," tutupnya.
(rdf/lrn)
Tentu saja melawan bukan dengan cara anarki, tetapi dengan mengumpulkan dukungan masyarakat serta meminta bantuan dari lembaga bantuan hukum (LBH) yang pro pada rakyat kecil.
"Jangan takut dan jangan diam saja. Di-blow up saja melalui media massa. Jadi kasusnya bisa dipantau terus. Keluarga korban pun bisa meminta bantuan pada LBH setempat," ujar Direktur Imparsial, Poengky Indarti kepada detikcom, Jumat (6/1/2011).
Poengky meminta aparat hukum pun tidak semena-mena dalam menerapkan hukuman. Perlu dilihat juga nilai kerugian, psikologis pelaku serta usia pelaku.
"Kalau kasusnya tidak jelas seperti yang sandal di Palu itu kan masih sumir. Kenapa harus sampai pengadilan segala," sesalnya.
Dia melihat kasus ini sampai ke pengadilan karena dilaporkan oleh aparat kepolisian. Ada kecenderungan, laporan dari aparat memang akan langsung ditindaklanjuti walau kasusnya masih tidak jelas.
"Tidak bisa seperti itu. Harus dilihat rasa keadilan. Jangan mentang-mentang yang lapor aparat lalu kasusnya langsung diproses. Ini tidak adil. Hakim dan jaksa terutama di daerah jangan berlaku seperti ini," tutupnya.
(rdf/lrn)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 19/05/2012 21:10 WIB
60 Camp Karyawan Perkebunan Sawit Bakrie Group di Jambi Dirusak Warga
-
Sabtu, 19/05/2012 20:17 WIB
Jembatan Penghubung Kabupaten OKI dan Banyuasin Dibangun 2013
-
Sabtu, 19/05/2012 19:40 WIB
KNKT Akui Pesawat Sukhoi Diganti, Trimarga: Kami Cuma Sebar Undangan
-
Sabtu, 19/05/2012 18:10 WIB
Nyolong Spion Mobil Alphard, 2 Pemuda Ditabrak Polisi
-
Sabtu, 19/05/2012 18:05 WIB
Aprindo Didesak Cari Solusi Terkait Maraknya Perampokan Minimarket
-
Sabtu, 19/05/2012 19:40 WIB
KNKT Akui Pesawat Sukhoi Diganti, Trimarga: Kami Cuma Sebar Undangan
-
Sabtu, 19/05/2012 21:10 WIB
60 Camp Karyawan Perkebunan Sawit Bakrie Group di Jambi Dirusak Warga
-
Sabtu, 19/05/2012 18:10 WIB
Nyolong Spion Mobil Alphard, 2 Pemuda Ditabrak Polisi
-
Sabtu, 19/05/2012 17:47 WIB
Suka Duka Tim SAR Rusia, Hadapi Medan Terjal Hingga Tontonan Warga
-
544 Komentar
-
462 Komentar
-
392 Komentar
-
332 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 16/05/2012 08:50 WIB
Jualan Sukhoi dari Pasar Asemka
-
Selasa, 15/05/2012 08:57 WIB
Yang Mistis & Yang Ilmiah di Gunung Salak
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 464.000
- Rp 5,978.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer



.jpg)


Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)

(2).gif)
