detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 19:30 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 05/01/2012 19:35 WIB

AAL Dinyatakan Bersalah, Hakim Rommel Dikecam

Anes Saputra - detikNews
Puluhan sandal yang terkumpul di KPAI (foto: ari saputra/detikcom)
Jakarta - Hakim Pengadilan Negeri (PN) Palu, Rommel F. Tampubolon memvonis bersalah AAL. Rommel menghukum AAL untuk kembali ke orang tuanya. Vonis itu mendapat kecaman dari pegiat aksi 'Seribu Sandal untuk Bebaskan AAL'.

"Mengecam vonis bersalah yang dijatuhkan kepada AAL oleh Hakim," kata Koordinator aksi, Budhi Kurniawan.

Hal itu merupakan pernyataan sikap dari para pegiat aksi yang disampaikan Budhi pada jumpa pers menjelang pengiriman sandal ke lembaga pengak hukum di Kantor KPAI Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (05/01/2012).

Vonis tersebut dinilai aneh karena sandal barang bukti tyang dihadirkan di pengadilan, bukanlah sandal milik Briptu Rusdi yang melaporkan. Selain itu, AAL juga belum terbukti mencuri sandal.

"Kami akan mempelajari vonis hakim tersebut untuk kemungkinan dilaporkan ke Komisi Yudisial," lanjut Budhi.

Dalam kesempatan yang sama, Budhi juga menyampaikan apresiasinya atas keputusan PN Palu yang telah memvonis AAL dikembalikan kepada orang tua. Apresiasi juga diberikan karena PN Palu telah menggelar sidang marathon dan langsung membuat keputusan.

"Ini baik agar kasusnya tidak berlarut," ungkap Budhi.

Melalui Jumpa Pers ini, Budhi juga menyatakan bahwa Posko penerimaan sandal telah ditutup. Sandal-sandal tersebut akan diserahkan kepada Mabes Polri, Kejaksaan Agung, Mahkamah Agung, Kementerian Hukum dan Ham, serta Komisi Yudisial.

Ada pun posko-posko yang mengumpulkan sandal, di antaranya posko di KPAI, Cibubur, Bekasi, Depok, Tangerang, Rawamangun, Cipinang, Solo, Palembang, ILUNI UI, Bangka Belitung, Bali, Bogor, dan juga ada dari Jerman. Jumlah sandal yang terkumpul pun melebihi target awat 1.000 pasang.

"Sudah berjumlah 1.300 pasang," tutur Budhi.

"Semoga sandal-sandal yang diberikan masyarakat tersebut bisa menjadi tamparan bagi penegak hukum untuk selalu mengadili kasus-kasus hukum di Indonesia dengan benar," tandas Budhi.



Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(asp/asp)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%