detikcom
g"> 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
    Rabu, 04/01/2012 18:28 WIB

    Leher Tertembak, Korban Serempetan di Cakung Jalani CT Scan

    M Rizki Maulana - detikNews
    Jakarta - Pengendara motor, Hasanuddin (32), yang ditembak pengemudi mobil gara-gara kasus serempetan kendaraan keadaannya masih sadar. Hasanuddin sempat dibawa ke RSPAD Gatot Subroto untuk menjalani pemeriksaan CT Scan.

    "Saat ini di RSPAD sedang CT Scan. Jam 15.00 WIB tadi dibawanya," ujar salah satu dokter di IGD RS Polri yang menolak disebutkan namanya kepada detikcom, Rabu (4/1/2012), pukul 17.00 WIB.

    Menurut dokter tersebut kondisi Hasanuddin saat dibawa dalam kondisi sadar. Meskipun akibat luka tembak tersebut leher sebelah kanan Hasanuddin terdapat luka yang cukup parah.

    "Kondisinya sadar. Saat saya lihat ada trauma di leher kanannya," terangnya.

    Setelah selesai melakukan serangkaian pemeriksaan CT Scan, selanjutnya Hasanuddin akan kembali ke RS Polri. Namun belum diketahui kapan Hasanuddin akan dikembalikan di RS Polri.

    "Akan dirawat disini lagi mas. Tapi nggak tahu kapan sampai di sini lagi," pungkasnya.

    Sebelumnya, sebuah mobil sedan dan sepeda motor serempetan di kawasan Pondok Ungu, Bekasi. Kedua pengendara tersebut sempat adu mulut. Tiba-tiba saja pengendara motor, Hasanuddin, ditembak di bagian leher oleh pengemudi sedan. Insiden ini terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Hasanuddin dijadwalkan menjalani operasi di RS Kramatjati hari ini.


    Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

    (gah/gah)


    Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

    Sponsored Link

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Indeks Berita ยป
    ProKontra Index »

    Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

    Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
    Pro
    79%
    Kontra
    21%
    MustRead close