Rabu, 04/01/2012 15:43 WIB

Kejar Pelaku Penembakan, Polisi Tingkatkan Patroli di Aceh

Andri Haryanto - detikNews
Jakarta - Hingga saat ini kepolisian terus mendalami dan mengejar pelaku serangkaian penembakan di Aceh. Pengejaran dilakukan dengan meningkatkan jam patroli di kawasan perumahan penduduk.

"Guna memelihara situasi Kantibmas (Keamanan Ketertiban Masyarakat), Polda meningkatkan kegiatan rutin, salah satunya jam patroli diperbanyak dengan sasaran ke rumah-rumah penduduk dan sepanjang jalur di Aceh," kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Gustav Leo, kepada detikcom, Rabu (4/1/2012).

Penyelidikan saat ini masih dilakukan oleh Polda dibantu tim Laboratorium Forensik dan Inafis (Indonesia Automatic Fingerprints Identification System) Mabes Polri guna mengetahui keterkaitan serangkaian tembakan yang terjadi di Aceh dengan tertangkapnya 2 tersangka penembakan 4 dan 23 Desember.

"Mempelajari barang bukti di dua tempat kejadian perkara. Disamakan dengan bullet dan peluru yang ditemukan. Apakah sama atau tidak dengan aksi penembakan 2 tersangka yang telah ditangkap," jelasnya.

Pihaknya juga menganalisa informasi dari 50 saksi yang telah dimintai keterangan. Sejumlah saksi tersebut berasal dari dua wilayah tempat peristiwa penembakan di Bireun dan Aceh Utara.

"Kita juga mempelajari informasi situasi wilayah Aceh secara keseluruhan, apakah ada latar belakang ekonomi, politik, atau pilkada," papar Gustav.

Gustav berharap masyarakat proaktif memberikan informasi terkait masyarakat yang masih menyimpan senjata api.

"Masyarakat diminta utk bisa berpartisipasi aktif memberikan informasi apabila ditemukan orang-orang yang kebetulan memiliki senjata," jelasnya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(nal/nal)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
43%
Kontra
57%