Mochtar Kusumaatmadja, Legenda Hidup Diplomat Indonesia
Rabu, 04/01/2012 15:35 WIB
Mochtar Kusumaatmadja/ Ari Saputra
Jakarta
Sosoknya begitu dihormati di lingkungan Kementerian Luar Negeri. Meski sudah renta, semua orang memberi salam hormat padanya. Dialah legenda diplomat Indonesia, Mochtar Kusumaatmadja.
Saat acara refleksi tahun 2011 dan proyeksi 2012 Kementerian Luar Negeri, Mochtar tampak hadir di jejeran para mantan menlu. Mengenakan batik cokelat dan bertongkat, dia diapit oleh tokoh-tokoh Kemenlu, termasuk Menteri Marty Natalegawa.
Nama Mochtar bahkan disebut oleh Marty untuk yang pertama kali dalam pidatonya. "Yang kami hormati, Bapak Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, Menteri Luar Negeri RI periode 1978 – 1988," tutur Marty sambil menundukkan kepala.
Penghormatan itu wajar saja. Sebab, Mochtar adalah legenda hidup diplomat Indonesia saat ini. Di masa kepemimpinannya, Kemenlu terkenal garang. Terutama dalam urusan-urusan yang menyangkut batas darat, batas laut teritorial, dan batas landas kontinen Indonesia.
Guru Besar Fakultas Hukum Unpad ini pernah tercatat banyak berperan dalam konsep wawasan nusantara, terutama saat dia menjabat sebagai wakil Indonesia di PBB New York dan Jenewa.
Kini, meski sudah berusia 82 tahun, semangatnya untuk terus beraktivitas belum sirna. Tak sedikit pun dia melewatkan perkembangan situasi Tanah Air. Semua dipantaunya lewat pemberitaan media massa.
"Saya tiap hari masih baca koran," ucapnya saat ditemui detikcom, Rabu (4/1/2012).
Meski begitu, dia tak mau memberikan komentar banyak soal perkembangan diplomasi Tanah Air akhir-akhir ini. Menurut pria yang gemar bermain catur ini, apa yang sudah dilakukan pemerintah sekarang sudah bagus.
"Nggak ada komentar apa-apa. Sudah bagus, saya cukup memantau dari koran saja," tutupnya sambil tertawa.
Mochtar lahir pada 17 April 1929. Gelar sarjanai diraihnya dari Fakultas Hukum UI. Dia lantas melanjutkan kuliah di Sekolah Tinggi Hukum Yale, Universitas Yale, AS pada 1955. Mochtar lantas menekuni program doktor bidang ilmu hukum internasional di Universitas Padjadjaran.
Mochtar memulai karier diplomasi pada usia 29 tahun. Dari wikipedia, dia dikenal sebagai sosok yang piawai dalam mencairkan suasana dalam suatu perundingan yang amat serius, bahkan menegangkan. Dia cepat berpikir dan melontarkan kelakar untuk mencairkan suasana. Maklum, dia suka berkelakar.
Di pemerintahan, selain menjadi Menlu, Mochtar juga sempat duduk di kursi Menteri Kehakiman zaman Orde Baru. Dia juga pernah menjadi wakil Indonesia di Konferensi Hukum Laut, Jenewa, Colombo, Tokyo pada 1958-1961. Mochtar pun pernah menjadi wakil Indonesia pada Sidang PBB mengenai Hukum Laut, Jenewa dan New York. Mochtar pun tercatat sebagai guru besar di Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran Bandung.
(mad/vit)
Saat acara refleksi tahun 2011 dan proyeksi 2012 Kementerian Luar Negeri, Mochtar tampak hadir di jejeran para mantan menlu. Mengenakan batik cokelat dan bertongkat, dia diapit oleh tokoh-tokoh Kemenlu, termasuk Menteri Marty Natalegawa.
Nama Mochtar bahkan disebut oleh Marty untuk yang pertama kali dalam pidatonya. "Yang kami hormati, Bapak Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, Menteri Luar Negeri RI periode 1978 – 1988," tutur Marty sambil menundukkan kepala.
Penghormatan itu wajar saja. Sebab, Mochtar adalah legenda hidup diplomat Indonesia saat ini. Di masa kepemimpinannya, Kemenlu terkenal garang. Terutama dalam urusan-urusan yang menyangkut batas darat, batas laut teritorial, dan batas landas kontinen Indonesia.
Guru Besar Fakultas Hukum Unpad ini pernah tercatat banyak berperan dalam konsep wawasan nusantara, terutama saat dia menjabat sebagai wakil Indonesia di PBB New York dan Jenewa.
Kini, meski sudah berusia 82 tahun, semangatnya untuk terus beraktivitas belum sirna. Tak sedikit pun dia melewatkan perkembangan situasi Tanah Air. Semua dipantaunya lewat pemberitaan media massa.
"Saya tiap hari masih baca koran," ucapnya saat ditemui detikcom, Rabu (4/1/2012).
Meski begitu, dia tak mau memberikan komentar banyak soal perkembangan diplomasi Tanah Air akhir-akhir ini. Menurut pria yang gemar bermain catur ini, apa yang sudah dilakukan pemerintah sekarang sudah bagus.
"Nggak ada komentar apa-apa. Sudah bagus, saya cukup memantau dari koran saja," tutupnya sambil tertawa.
Mochtar lahir pada 17 April 1929. Gelar sarjanai diraihnya dari Fakultas Hukum UI. Dia lantas melanjutkan kuliah di Sekolah Tinggi Hukum Yale, Universitas Yale, AS pada 1955. Mochtar lantas menekuni program doktor bidang ilmu hukum internasional di Universitas Padjadjaran.
Mochtar memulai karier diplomasi pada usia 29 tahun. Dari wikipedia, dia dikenal sebagai sosok yang piawai dalam mencairkan suasana dalam suatu perundingan yang amat serius, bahkan menegangkan. Dia cepat berpikir dan melontarkan kelakar untuk mencairkan suasana. Maklum, dia suka berkelakar.
Di pemerintahan, selain menjadi Menlu, Mochtar juga sempat duduk di kursi Menteri Kehakiman zaman Orde Baru. Dia juga pernah menjadi wakil Indonesia di Konferensi Hukum Laut, Jenewa, Colombo, Tokyo pada 1958-1961. Mochtar pun pernah menjadi wakil Indonesia pada Sidang PBB mengenai Hukum Laut, Jenewa dan New York. Mochtar pun tercatat sebagai guru besar di Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran Bandung.
(mad/vit)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
TokohTerbaru
Indeks Tokoh »
-
Selasa, 22/05/2012 17:37 WIB
Reisa Kartika, Putri Lingkungan yang Ikut Identifikasi Korban Sukhoi
-
Selasa, 15/05/2012 17:05 WIB
Andre Siregar Sang Penerjemah Presiden
-
Senin, 14/05/2012 16:16 WIB
Ahmad Dhani dan Peluang Jadi Politikus
-
Kamis, 10/05/2012 21:06 WIB
Ninasapti Partowidagdo Jalankan Wasiat Hidup Hemat Sang Suami
-
Selasa, 08/05/2012 08:36 WIB
Deddy Herlambang dan Aksi Komunitasnya Merawat Lokomotif Kuno
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
Minggu, 27/05/2012 15:43 WIB
Jelang Pilkada DKI, Foke Minta Petuah Jusuf Kalla
-
Minggu, 27/05/2012 14:56 WIB
3 Orang Tewas & 3 Kritis Dalam Pesta Miras Oplosan di Indramayu
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
689 Komentar
-
288 Komentar
-
255 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
