detikcom
Rabu, 04/01/2012 14:53 WIB

Dituding Gelapkan BPKB Jaguar, Robin Ong Dilaporkan ke Polisi

E Mei Amelia R - detikNews
Jakarta - Ketua Tim Investigasi Indonesia Police Watch (IPW), Robin Ong, dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Robin dituding telah menggelapkan Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) mobil Jaguar milik koleganya, Samuel.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Gatot Edy Pramono, saat dikonfirmasi membenarkan kasus tersebut. "Robin Ong masih dalam proses, dia terlapor untuk kasus penggelapan," ujar Gatot saat dihubungi detikcom, Rabu (4/1/2012).

Informasi yang dihimpun, Robin Ong yang juga mantan fotografer Tempo dilaporkan oleh Samuel Bob Hanses alias Abok, dalam LP/2058/VI/2011/PMJ/Dit.Reskrimum tertanggal 16 Juni 2011 atas tuduhan pasal 372 KUHP tentang penggelapan.

"Ada laporan bahwa yang bersangkutan menggelapkan BPKB mobil Jaguar dan uang sebesar Rp 22 juta," kata Gatot.

Namun, bagaimana duduk perkara kasus tersebut, Gatot enggan membeberkan lebih detail.

"Tanyakan langsung saja ke Subandi (Kasubdit Ranmor)," ujarnya.

Gatot menambahkan pihaknya telah memanggil Robin terkait kasus tersebut. Namun, hingga kemarin, Robin belum memenuhi panggilan polisi.

"Sudah dipanggil, dia minta waktu tanggal 8 Januari 2012," katanya.

Sementara itu, saat ditanya status Robin, Gatot mengatakan bahwa Robin masih berstatus saksi terlapor. "Kita lihat nanti, tergantung pemeriksaan. Kalau dia nggak punya bukti berarti bisa tersangka," tutupnya.

Sementara itu, Robin belum bisa dikonfirmasi. Saat dihubungi, telepon genggam miliknya tidak aktif.

Ikiti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(mei/vit)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%