Detik.com News
Detik.com
Senin, 02/01/2012 22:02 WIB

TNI AL: 2 Kapal Malaysia Dibebaskan KRI Pattimura dari Perompakan

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
TNI AL: 2 Kapal Malaysia Dibebaskan KRI Pattimura dari Perompakan Ilustrasi (AFP)
Jakarta - Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Untung Suropati mengungkapkan KRI Pattimura 371 yang didukung satu pesawat Casa patroli maritim U 621 berhasil mengamankan kapal Malaysia Tug Boat (TB) Sin Hin 5 dan Tongkang (TK) Sin Hin 6 di perairan Pulau Busungjong, Bangka Belitung, Sabtu (31/12).

Demikian disampaikan Untung Suropati dalam siaran pers kepada detikcom, Senin (2/1/2012).

Dua kapal ini hilang kontak dan diduga dirompak di sekitar perairan Malaysia sejak 29 Desember 2011 lalu. Operasi penyelamatan dilakukan berdasarkan informasi International Liaison Officers Information Fusion Centre (ILO IFC) Naval Base Angkatan Laut Singapura Mayor Laut (P) Lukas Idaman tentang adanya kemungkinan pembajakan terhadap kedua tug boat tersebut.

Dari peralatan Purplenfinder tug boat diketahui bahwa kapal dan tongkang tersebut berlayar mengarah ke perairan Indonesia. KRI Patimura 371 yang sedang melaksanakan operasi keamanan laut sehari-hari di Laut Jawa langsung melaksanakan pengejaran, sementara pesawat patroli maritim U 621 melaksanakan pengintaian dari udara dan Lanal Bangka Belitung mendukung dari darat.

TB Sin Hin 5 dan Tongkang TK Sin Hin 6 yang bertolak dari Port Kelang, Malaysia sejak 23 Desember 2011 dan direncanakan akan berlayar menuju Serawak, Malaysia dengan membawa muatan alat berat, dump truck serta peralatan konstruksi. Para anak buah kapal dari KRI Patimura 371 terus melakukan pengejaran hingga tug boat Sin Hin 5 ditemukan dikandaskan di sekitar perairan Pulau Bukulimau, Bangka Belitung dan telah diubah namanya menjadi Golden 2.

Mengetahui Kapal tersebut kandas, ABK KRI Patimura 371 bekerja sama dengan anggota Pos Angkatan Laut Manggar Lanal Babel melakukan penyergapan, dan didapati kapal tersebut sudah tidak berawak. Sementara TK Sin Hin 6 telah terpisah.

Berselang dua jam, Aparat TNI AL yang melakukan pengejaran terhadap para perompak berhasil menemukan delapan orang ABK tug boat Sin Hin 5, yang terdiri dari empat orang warga negara Indonesia, satu orang warga negara Malaysia dan tiga orang warga negara Myanmar. Seluruh ABK dari tug boat Sin Hin 5 saat ini diamankan di kantor Syahbandar Banggar, Babel untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sementara TK Sin Hin 6 telah ditarik menuju dermaga Gantung milik salah satu perusahaan tambang timah di Bangka.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(van/ahy)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%