Senin, 02/01/2012 19:59 WIB

Polisi: Massa FBR Rusak Pos Ormas Kepemudaan di Cipulir

E Mei Amelia R - detikNews
Jakarta - Bentrokan antar organisasi masyarakat (ormas) Front Betawi Rempug (FBR) dengan salah satu ormas kepemudaan terus berlanjut. Setelah sebelumnya keduanya bentrok di Ciledug, Tangerang, kini massa FBR merusak gardu ormas kepemudaan yang terletak di Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Kapolres Jakarta Selatan Kombes Imam Sugianto saat dikonfirmasi menyatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, hanya kerugian materi saja.

"Massa FBR menyerang gardu PP hingga kaca-kacanya pecah," kata Imam saat dihubungi detikcom, Senin (2/1/2012).

Imam mengatakan, kelompok FBR dari Depok ini baru pulang dari Ciledug. Setelah bentrok antar ormas terjadi di Ciledug, massa FBR kemudian menyambangi gardu atau pos ormas kepemudaan di Cipulir.

"Massanya ada sekitar 20 sampai 25-an, mereka bawa motor," ujar Imam.

Beruntung, tidak ada orang di dalam gardu tersebut. Penyerangan itu pun berhasil diantisipasi petugas yang mendatangkan 1 pleton pasukan.

Imam mengatakan, saat ini petugas masih berjaga di lokasi untuk mengantisipasi konflik semakin meluas. Petugas akan disiagakan di lokasi hingga situasi kondusif.

Sebelumnya, massa FBR bentrok dengan salah satu ormas kepemudaan di Jl Raden Fatah, Ciledug, Tangerang. Dalam peristiwa itu, dua orang terluka dari kedua kelompok. Belum diketahui penyebab bentrokan kedua kelompok ormas tersebut.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mei/ahy)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
42%
Kontra
58%