Di Bawah Cengkeraman Para Tetua
Senin, 02/01/2012 15:32 WIB
Jakarta
Memasuki tahun 2012 konstalasi politik di Indonesia diprediksi semakin menghangat. Salah satu yang bakal menjadi perbincangan hangat di ranah politik, tentu saja soal urusan capres dan cawapres pada Pilpres 2014.
Munculnya nama-nama capres yang diusung sejumlah parpol lebih awal dilatarbelakangi beberapa pertimbangan. Ada yang hanya testing the water saja, ada pula yang memang sengaja ingin melakukan sosialisasi lebih awal supaya bisa mengangkat elektabilitas calon itu pada Pilpres 2014.
Pada 2011, beberapa nama capres sudah bermunculan. Ada yang pernah mencalonkan sebelumnya, ada pula yang baru nongol di publik. Mereka yang disebut-sebut menjadi kandidat capres antara lain, Megawati Soekarnoputri (65), Prabowo Subianto (60), Aburizal Bakrie (65), Wiranto (64), Jusuf Kalla (69), Pramono Edhie Wibowo (51), Djoko Suyanto (61), Hatta Rajasa (58), dan Mahfud MD (54). Dan kemudian yang belakangan ramai disebut-sebut adalah Dahlan Iskan (60).
Sementara tokoh -tokoh muda, muncul nama Puan Maharani (38 ), Anas Urbaningrum (42 ), Anies Baswedan (42), Hary Tanoesoedibjo (46 ) dan Sri Mulyani (49).
Di antara tokoh-tokoh itu, baru Aburizal Bakrie alias Ical dan Hatta Rajasa yang sudah gencar melakukan sosialisasi ke publik. "Tahun 2011 kan baru awal pertarungan. Dan tokoh yang sudah terlihat Ical dan Hatta," kata pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada Arie Sudjito.
Kubu Hatta mengakui, digulirkan nama Ketua Umum PAN itu sejak dini sebagai capres bertujuan demi meningkatkan elektabilitas. Pasalnya dalam hasil survei yang dirilis sejumlah lembaga survei, elektabilitas Hatta masih jauh di bawah Mega, Prabowo, Ical, ataupun Sri Mulyani.
"Selama ini Bang Hatta selalu disibukkan dengan kerjanya di kabinet dan jarang sosialisasi ke publik. Jadi wajar kalau kurang begitu dikenal. Tapi sesuai amanat Rakernas PAN, pada 2012 seluruh kader dan simpatisan mulai bergerak untuk sosialisasi pencapresan Hatta," ujar Wakil Ketua DPP PAN Dradjad Wibowo.
Lain Hatta, lain pula Ical. Bos Partai Golkar ini sekalipun sudah digadang-gadang para elite partai beringin sebagai capres 2014, namun Ical masih terkesan malu-malu.
"Ical kabarnya masih menunggu. Apakah ragu-ragu atau malu-malu saya tidak tahu. Tapi kalau masih malu-malu ini terus takutnya bisa seperti Pak SBY. Tapi, memang Partai Golkar juga belum cukup serius menghadapi Pilpres 2014," kata Ketua Majelis Pertimbangan Partai DPP Partai Golkar Akbar Tandjung.
Nah mendekati 2012, muncul nama Meneg BUMN Dahlan Iskan. Bos Jawa Pos Grup ini ramai disebut sejumlah parpol. Misalnya, PD yang mewacanakan Dahlan untuk maju di Pilpres 2014. Dahlan diwacanakan akan berduet dengan Ketum PAN Hatta Rajasa.
Wacana tersebut disampaikan Ketua DPP PD bidang Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan Ulil Abshar Abdallah. Menurutnya, Dahlan sangat berpotensi dan punya kapasitas untuk maju di Pilpres 2014. Hanya saja, untuk maju Dahlan butuh dukungan partai besar. Itu sebabnya Ulil akan mengusulkan nama Dahlan ke internal PD. "Ini akan coba saya angkat ke partai, kita wacanakan," kata Ulil.
Namun Dahlan menanggapi kurang suka dengan wacana pencapresan dirinya. Ia khawatir kerja kerasnya selama ini ditafsirkan lain. “Bisa-bisa orang mengira saya kerja keras karena ada maksud politik. Ini bahaya! Bisa merusak keikhlasan saya dalam pengabdian. Astaghfirullah,” kata Dahlan pada majalah detik.
Memasuki tahun 2012, nama-nama capres yang akan muncul secara serius diprediksi bakal semakin banyak. Di antaranya datang dari PDIP dan Partai Demokrat (PD). Sebab kedua partai besar itu kemungkinan mulai menentukan nama capres pada 2012.
"PD dan PDIP pada 2011 memang belum menentukan capresnya secara resmi. Namun pada 2012 mereka kelihatan mulai akan menentukan pilihan. Dan ini akan semakin meriah," kata Arie.
Meski demikian, Arie berharap, pada 2012 nama tokoh-tokoh muda seperti Budiman Sudjatmiko, Anas Urbaningrum, Puan Maharani dan lain-lain, berani untuk memecah kebuntuan masyarakat. Apalagi saat ini masyarakat sudah jenuh terhadap calon-calon tua. Para tokoh muda ini diharapkan bisa melawan hegemoni calon-calon yang sudah lawas.
Tapi harapan munculnya tokoh-tokoh muda disangsikan pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Andrinof Chaniago. Menurutnya, untuk bursa capres dan cawapres di 2012 masih akan dibayangi nama-nama lama. Adapun nama baru, ada kemungkinan muncul nama Fadel Muhammad, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan.
Sementara nama-nama lain, seperti Chairul Tanjung dan Hary Tanoesoedibjo, baru akan muncul pada 2013. "Ketiga tokoh ini kemungkinan akan muncul di 2013. Tapi saya kira mereka hanya akan maju sebagai cawapres," jelas Andrinof.
Soal buntunya peluang tokoh-tokoh muda untuk mencuat namanya pada 2012 sebagai capres juga dikatakan pengamat politik dari Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti. Kata dia, politik di Indonesia yang menjadi patokan capres adalah popularitas. Dengan demikian dibutuhkan pola entertainment untuk mendongkrak nama-nama para calon.
Kondisi ini jadi persoalan besar bagi para tokoh muda. Sebab sekalipun para tokoh muda punya kapasitas untuk maju sebagai capres namun mereka tidak punya modal besar untuk publikasi lewat berbagai media, seperti iklan atau berupa spanduk dan pamflet.
"Secara faktual memang popularitas ditentukan seberapa kuat calon untuk melakukan publikasi. Dan kemampuan ini masih dimiliki tokoh-tokoh tua. Sementara tokoh muda yang punya kapasitas dan profesional tidak punya akses ke sana. Jadi kondisinya sangat berat," terang Ray.
Melihat kondisi tersebut, Ray memprediksi pada 2012, nama-nama yang muncul sebagai capres maupun cawapres masih yang itu-itu juga, yakni para tokoh lawas. (DEN/IYE)
***
Edisi terbaru Majalah Detik mengupas tuntas tentang Pencapresan Dahlan Iskan dengan judul 'Bahaya Dahlan Iskan',juga ikuti artikel lainnya yang tidak kalah menarik seperti rubrik nasional membahas 'Demam Mobil Esemka', rubrik ekonomi bisnis 'Denda Delay Pesawat Dimulai', dan rubrik seni dan hiburan yaitu buku :' Kehidupan Cleopatra' dan film The Ides of March: Satu Kursi Sejuta Muslihat'.
Untuk aplikasinya bisa di-download di apps.detik.com dan versi pdf bisa di-download via detikcom dan detiknews.Selamat menikmati!
(iy/nrl)
Dapatkan ulasan lengkap mengenai laporan & investigasi Majalah Detik melalui iPad dan Android tablet Anda



Munculnya nama-nama capres yang diusung sejumlah parpol lebih awal dilatarbelakangi beberapa pertimbangan. Ada yang hanya testing the water saja, ada pula yang memang sengaja ingin melakukan sosialisasi lebih awal supaya bisa mengangkat elektabilitas calon itu pada Pilpres 2014.
Pada 2011, beberapa nama capres sudah bermunculan. Ada yang pernah mencalonkan sebelumnya, ada pula yang baru nongol di publik. Mereka yang disebut-sebut menjadi kandidat capres antara lain, Megawati Soekarnoputri (65), Prabowo Subianto (60), Aburizal Bakrie (65), Wiranto (64), Jusuf Kalla (69), Pramono Edhie Wibowo (51), Djoko Suyanto (61), Hatta Rajasa (58), dan Mahfud MD (54). Dan kemudian yang belakangan ramai disebut-sebut adalah Dahlan Iskan (60).
Sementara tokoh -tokoh muda, muncul nama Puan Maharani (38 ), Anas Urbaningrum (42 ), Anies Baswedan (42), Hary Tanoesoedibjo (46 ) dan Sri Mulyani (49).
Di antara tokoh-tokoh itu, baru Aburizal Bakrie alias Ical dan Hatta Rajasa yang sudah gencar melakukan sosialisasi ke publik. "Tahun 2011 kan baru awal pertarungan. Dan tokoh yang sudah terlihat Ical dan Hatta," kata pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada Arie Sudjito.
Kubu Hatta mengakui, digulirkan nama Ketua Umum PAN itu sejak dini sebagai capres bertujuan demi meningkatkan elektabilitas. Pasalnya dalam hasil survei yang dirilis sejumlah lembaga survei, elektabilitas Hatta masih jauh di bawah Mega, Prabowo, Ical, ataupun Sri Mulyani.
"Selama ini Bang Hatta selalu disibukkan dengan kerjanya di kabinet dan jarang sosialisasi ke publik. Jadi wajar kalau kurang begitu dikenal. Tapi sesuai amanat Rakernas PAN, pada 2012 seluruh kader dan simpatisan mulai bergerak untuk sosialisasi pencapresan Hatta," ujar Wakil Ketua DPP PAN Dradjad Wibowo.
Lain Hatta, lain pula Ical. Bos Partai Golkar ini sekalipun sudah digadang-gadang para elite partai beringin sebagai capres 2014, namun Ical masih terkesan malu-malu.
"Ical kabarnya masih menunggu. Apakah ragu-ragu atau malu-malu saya tidak tahu. Tapi kalau masih malu-malu ini terus takutnya bisa seperti Pak SBY. Tapi, memang Partai Golkar juga belum cukup serius menghadapi Pilpres 2014," kata Ketua Majelis Pertimbangan Partai DPP Partai Golkar Akbar Tandjung.
Nah mendekati 2012, muncul nama Meneg BUMN Dahlan Iskan. Bos Jawa Pos Grup ini ramai disebut sejumlah parpol. Misalnya, PD yang mewacanakan Dahlan untuk maju di Pilpres 2014. Dahlan diwacanakan akan berduet dengan Ketum PAN Hatta Rajasa.
Wacana tersebut disampaikan Ketua DPP PD bidang Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan Ulil Abshar Abdallah. Menurutnya, Dahlan sangat berpotensi dan punya kapasitas untuk maju di Pilpres 2014. Hanya saja, untuk maju Dahlan butuh dukungan partai besar. Itu sebabnya Ulil akan mengusulkan nama Dahlan ke internal PD. "Ini akan coba saya angkat ke partai, kita wacanakan," kata Ulil.
Namun Dahlan menanggapi kurang suka dengan wacana pencapresan dirinya. Ia khawatir kerja kerasnya selama ini ditafsirkan lain. “Bisa-bisa orang mengira saya kerja keras karena ada maksud politik. Ini bahaya! Bisa merusak keikhlasan saya dalam pengabdian. Astaghfirullah,” kata Dahlan pada majalah detik.
Memasuki tahun 2012, nama-nama capres yang akan muncul secara serius diprediksi bakal semakin banyak. Di antaranya datang dari PDIP dan Partai Demokrat (PD). Sebab kedua partai besar itu kemungkinan mulai menentukan nama capres pada 2012.
"PD dan PDIP pada 2011 memang belum menentukan capresnya secara resmi. Namun pada 2012 mereka kelihatan mulai akan menentukan pilihan. Dan ini akan semakin meriah," kata Arie.
Meski demikian, Arie berharap, pada 2012 nama tokoh-tokoh muda seperti Budiman Sudjatmiko, Anas Urbaningrum, Puan Maharani dan lain-lain, berani untuk memecah kebuntuan masyarakat. Apalagi saat ini masyarakat sudah jenuh terhadap calon-calon tua. Para tokoh muda ini diharapkan bisa melawan hegemoni calon-calon yang sudah lawas.
Tapi harapan munculnya tokoh-tokoh muda disangsikan pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Andrinof Chaniago. Menurutnya, untuk bursa capres dan cawapres di 2012 masih akan dibayangi nama-nama lama. Adapun nama baru, ada kemungkinan muncul nama Fadel Muhammad, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan.
Sementara nama-nama lain, seperti Chairul Tanjung dan Hary Tanoesoedibjo, baru akan muncul pada 2013. "Ketiga tokoh ini kemungkinan akan muncul di 2013. Tapi saya kira mereka hanya akan maju sebagai cawapres," jelas Andrinof.
Soal buntunya peluang tokoh-tokoh muda untuk mencuat namanya pada 2012 sebagai capres juga dikatakan pengamat politik dari Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti. Kata dia, politik di Indonesia yang menjadi patokan capres adalah popularitas. Dengan demikian dibutuhkan pola entertainment untuk mendongkrak nama-nama para calon.
Kondisi ini jadi persoalan besar bagi para tokoh muda. Sebab sekalipun para tokoh muda punya kapasitas untuk maju sebagai capres namun mereka tidak punya modal besar untuk publikasi lewat berbagai media, seperti iklan atau berupa spanduk dan pamflet.
"Secara faktual memang popularitas ditentukan seberapa kuat calon untuk melakukan publikasi. Dan kemampuan ini masih dimiliki tokoh-tokoh tua. Sementara tokoh muda yang punya kapasitas dan profesional tidak punya akses ke sana. Jadi kondisinya sangat berat," terang Ray.
Melihat kondisi tersebut, Ray memprediksi pada 2012, nama-nama yang muncul sebagai capres maupun cawapres masih yang itu-itu juga, yakni para tokoh lawas. (DEN/IYE)
***
Edisi terbaru Majalah Detik mengupas tuntas tentang Pencapresan Dahlan Iskan dengan judul 'Bahaya Dahlan Iskan',juga ikuti artikel lainnya yang tidak kalah menarik seperti rubrik nasional membahas 'Demam Mobil Esemka', rubrik ekonomi bisnis 'Denda Delay Pesawat Dimulai', dan rubrik seni dan hiburan yaitu buku :' Kehidupan Cleopatra' dan film The Ides of March: Satu Kursi Sejuta Muslihat'.
Untuk aplikasinya bisa di-download di apps.detik.com dan versi pdf bisa di-download via detikcom dan detiknews.Selamat menikmati!
(iy/nrl)
Dapatkan ulasan lengkap mengenai laporan & investigasi Majalah Detik melalui iPad dan Android tablet Anda
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Laporan KhususTerbaru
Indeks Laporan Khusus »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Rabu, 16/05/2012 08:50 WIB
Jualan Sukhoi dari Pasar Asemka
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
Minggu, 27/05/2012 15:43 WIB
Jelang Pilkada DKI, Foke Minta Petuah Jusuf Kalla
-
Minggu, 27/05/2012 14:56 WIB
3 Orang Tewas & 3 Kritis Dalam Pesta Miras Oplosan di Indramayu
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
689 Komentar
-
288 Komentar
-
255 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
