detikcom
Minggu, 01/01/2012 23:37 WIB

Polisi Otopsi Mayat Desainer Muda Yang Tewas di Bandung

Andri Haryanto - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Desainer muda yang tewas dalam kondisi bugil di sebuah rumah yang terletak di Jl Cimandiri, Bandung, Jawa Barat, diduga akibat keracunan. Namun, polisi masih menunggu hasil otopsi untuk memastikan kematian dua pria malang itu.

"Kemungkinan ada (keracunan)," kata Kasat Reskrim Polresta Bandung, AKBP Widjanarko, saat dikonfirmasi detikcom, Minggu (1/1/2012).

Polisi masih menunggu otopsi guna memastikan penyebab kematian yang menimpa desainer terkenal itu. Selain itu, polisi juga tidak menemukan luka di sekujur dua korban tersebut.

"Kepastiannya nanti setelah hasil otopsi," ujarnya.

Widjanarko menjelaskan, otopsi dilakukan karena korban meninggal dalam keadaan tidak wajar. Kondisi korban ditemukan dalam posisi saling tindih.

"Mereka ditemukan meninggal secara tidak wajar," ucap Widjanarko.

Pada lokasi kejadian, lanjut Widjanarko, polisi juga menemukan obat-obatan. "Tapi bukan obat-obatan yang mematikan," tutupnya.

Apakah pria itu adalah Adesagi Kierana? Widjanarko tidak menyebut nama asli. Dia hanya menyebut bahwa desainer itu berinisial AS dan berusia 34 tahun. Sementara rekan pria korban yang juga tewas, berinisial RY (30).

Sebelumnya, Dua orang pria ditemukan meninggal dunia di lantai kamar mandi rumah no 28A Jalan Citarum Kelurahan Citarum Kecamatan Bandung Wetan, Minggu (1/1/2011). Saat ditemukan, keduanya dalam kondisi telanjang dan posisi telungkup. Satu diantaranya dalam posisi menindih yang lainnya. Salah satu korban terdapat tato huruf kanji di lengan kirinya. Di lokasi juga ditemukan kondom berdarah dan bercak air mani.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ahy/rdf)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
42%
Kontra
58%