Detik.com News
Detik.com

Jumat, 30/12/2011 13:06 WIB

Warga China Paling Banyak Dideportasi dari Indonesia

Febrina Ayu Scottiati - detikNews
Jakarta - Sepanjang 2011, sebanyak 232 Warga Negara Asing (WNA) dideportasi dari Indonesia. Dari jumlah itu, WNA yang paling banyak dideportasi adalah warga China.

Catatan dari semua kantor imigrasi se DKI Jakarta, warga China paling banyak dideportasi. Ada 85 warga China, kata Kepala Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta, Taswem Tarib.

Hal itu disampaikannya dalam jumpa pers tentang evaluasi tugas imigrasi di wilayah DKI, di Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta, Jl MT Haryono, Jakarta, Jumat (30/12/2011).

Sementara posisi kedua ditempati warga dari India dengan jumlah 19 warga. Posisi ketiga yang paling banyak dideportasi adalah dari Kamerun dengan jumlah 13 warga.

Kabanyakan warga asing dideportasi karena overstay atau melewati batas waktu tinggal, terangnya.

Berikut 10 daftar negara yang paling banyak warga negaranya dideportasi dari Indonesia menurut catatan Divisi Imigrasi Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta:

1. China: 85 warga
2. India: 19 warga
3. Kamerun: 13 warga
4. Iran: 10 warga
5. Taiwan: 10 warga
6. Sudan: 8 warga
7. Mesir: 7 warga
8. Nigeria: 7 warga
9. Malaysia: 6 warga
10. Singapura: 4 warga


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(feb/gun)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%