detikcom
Rabu, 28/12/2011 19:32 WIB

Bupati Bima Janji pada Komnas HAM Akan Cabut Izin Tambang Emas

Indra Subagja - detikNews
Jakarta - Bupati Bima Ferry Zulkarnain berjanji pada Komnas HAM untuk mencabut izin PT Sumber Mineral Nusantara (SMN). Menurut Wakil Ketua Komnas HAM Ridha Saleh, Ferry meminta waktu untuk berkoordinasi dengan pihak Kementerian ESDM.

"Tadi bertemu bupati, dan dia akan mencabut izin," jelas Ridha saat dihubungi detikcom, Rabu (28/12/2011).

Nanti juga, Komnas HAM akan memanggil pihak ESDM dan perusahaan tambang emas. Sebelumnya, Bupati Ferry terkait izin tambang emas itu, sudah melakukan penghentian sementara selama 1 tahun.

"Tapi menurut kami, tambang emas ini sumber masalah jadi sebaiknya dicabut, dan bupati menyanggupi dengan catatan sambil menunggu persetujuan dari ESDM," jelas Ridha.

Ridha Saleh dan tim Komnas HAM kini tengah berada di Bima. Mereka sudah menemui warga, korban yang mengalami luka tembak, dan mendatangi lokasi bentrokan.

Tim masih melakukan investigasi atas kejadian 24 Desember lalu di mana 2 warga tewas ditembak dari jarak dekat dan 49 warga ditahan.


Ikiti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(ndr/vit)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%