detikcom
Selasa, 27/12/2011 13:36 WIB

Sultan Terima Gelar Doktor HC dari ISI Yogyakarta

Bagus Kurniawan - detikNews
Yogyakarta - Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menerima gelar Doctor Honoris Causa (HC) bidang Seni Pertunjukan dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Gelar doktor HC ini merupakan gelar yang ketiga yang diterima Sultan HB X.

Gelar doktor HC pertama diberikan oleh Hankuk University, Korea Selatan bidang politik. Gelar doktor kedua diberikan almamaternya Universitas Gadjah Mada (UGM) bidang kemanusiaan. Sedangkan gelar ketiga diterima dari ISI Yogyakarta bidang seni pertunjukkan.

Upacara penganugerahan gelar dilakukan dalam sidang senat terbuka di Kampus ISI di Jl Parangtritis, Sewon, Bantul yang dipimpin Rektor ISI Prof Dr Hermien Kusmayanti, Selasa (27/12/2011). Sultan menerima gelar tersebut sesuai dengan keputusan Rektor ISI nomor 323/Kep/2011. Dalam sidang terbuka itu rektor ISI langsung membacakan surat keputusan tersebut.

Menurut Hermien, Sultan HB X mempunyai sumbangsih yang besar dalam bidang kesenian terutama untuk melestarikan dan mengembangkan seni budaya, yakni seni pertunjukan tradisi dan kontemporer Jawa. Penganugerahan gelar ini sebagai bentuk penghargaan yang tinggi terutama keterlibatan Sultan dalam memajukan seni tradisional baik kepada masyarakat akademis nasional maupun internasional.

Menurut dia, Sultan juga telah menciptakan sebuah seni pertunjukan yakni tarian Bedhaya Sang Amurwabumi. Tarian tersebut merupakan wujud pelestarian tradisi dan mempunyai nilai-nilai filosofis.

"Tari Bedhaya Sang Amurwabumi merupakan salah satu wujud pelestarian tradisi yang seusai zamannya," kata Hermien.

Dalam pidato pengukuhan, Sultan menyampaikan pidato ilmiah berjudul "Ajaran Sang Amurwabumi, Sumber Acuan Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Bangsa". Ajaran tersebut bisa salah satu sumber acuan nilai-nilai pendidikan karakter bangsa.

Menurutnya ajaran Sang Amurwabumi mengacu pada leburnya ajaran Hasta Karma Pratama (8 Ajaran Kebenaran) dan Dasa Paramita. Ajaran tersebut menekankan secara konkrit bahwa dalam kepemimpinan, kelestarian turun (suksesi, regenerasi) yang bisa menjaga nama baik leluhur, bukan semata soal bibit yang baik (prestise) melainkan harus diikuti dengan prestasi.

Bersamaan dengan pidato Sultan, sembilan penari bedhaya menarikan tarian Bedhaya Sang Amurwabumi. Sembilan penari itu diantaranya putri sulung Sultan GKR Pembayun yang turut serta menjadi penari. Tarian tersebut merupakan salah satu bentuk intepretasi dari isi pidato pengukuhan Sultan.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(bgs/anw)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%