detikcom
Jumat, 23/12/2011 19:40 WIB

Pulang ke Jakarta, Dahlan Iskan Keluhkan Tangga KRL Commuter Line

Laurencius Simanjuntak - detikNews
Foto: Laurencius/detikcom
Jakarta - Pulang dari rapat kerja pemerintah di Istana Bogor, Menteri BUMN, Dahlan Iskan, kembali menumpang KRL Commuter Line, menuju Jakarta. Dahlan sempat mengeluhkan soal gerbong KRL yang tidak ada tangganya.

"Ini tangganya mana? Ini kan terlalu tinggi," kata Dahlan kepada petugas Stasiun Bogor, ketika baru saja melompat ke atas gerbong, Jumat (23/12/2011).

Mendapat pertanyaan Dahlan, petugas stasiun hanya diam tak bisa menjawab.

"Jangan begitu dong ya, gimana kalau ibu-ibu yang naik. Jadi harus konsisten ya," kata Dahlan yang dijawab "Baik Pak" oleh petugas.

Di dalam gerbong yang lowong itu, Dahlan banyak mendapat curhat dari para penumpang, mulai dari kapasitas gerbong Commuter Line yang tak memadai, sampai penimpukan batu ke gerbong. Dahlan pun menjawab satu per satu pertanyaan penumpang.

Ketika Commuter Line melaju, Dahlan juga sempat melakukan tanya jawab kepada wartawan.

"Saya ingin membaca manajemen (PT KAI) seperti apa, ingin mengukur tingkat kegigihan, kesungguhan mereka dalam melakukan perbaikan," kata Dahlan soal alasannya menumpang KA.

Masih dengan stelan sepatu kedsnya, Dahlan mengatakan akan turun di stasiun Dukuh Atas.

"Saya akan rapat lagi di luar dengan Bupati Tanah Tidung soal lahan sawah," ujar Dahlan.


(lrn/mad)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel