detikcom
Jumat, 23/12/2011 17:28 WIB

Keamanan & Protokoler Bikin Pejabat Susah Naik Transportasi Umum video foto

Nograhany Widhi K - detikNews
Jakarta - Pejabat yang naik transportasi umum seperti Menteri BUMN Dahlan Iskan di negeri ini masih bisa dihitung dengan jari. Masalah keamanan dan protokoler menjadi masalahnya.

"Saya sih secara pribadi pernah bicara dengan ajudannya Presiden pada waktu raker di Bogor. Itu kan antara Istana Merdeka-Bogor menteri-menteri bisa naik kereta ke Bogor. Yang kemarin dipermasalahkan, kalau itu rombongan adalah masalah keamanan. Karena dia VIP, dia harus dijaga dengan standar protokoler," ujar pengamat transportasi dan tata kota dari Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, ketika berbincang dengan detikcom, Jumat (23/12/2011).

Para pejabat yang gemar naik angkutan umum juga akan bisa lebih berempati. Yayat mengandaikan para menteri yang tinggalnya di Bogor atau Depok, dan berkantor di seputaran Monas. Menteri itu bisa ke kantor naik kereta kemudian disambung busway.

"Para pejabat yang naik kereta api itu hidup sederhana dan tidak hedon, ada empati dari masyarakat, masyarakat merasa diperhatikan," jelasnya.

Yayat saat itu menyampaikan ide agar pejabat gemar naik angkutan umum dan bisa menjadi contoh. Bila banyak pejabat yang naik KRL dari Jakarta-Bogor atau sebaliknya, hal itu akan mendorong Pemda Bogor untuk menata stasiun yang kumuh dan banyak pencopet, serta menata taman-taman kota di sekitar stasiun agar lebih rapi.

Bila stasiun dan taman di sekitar stasiun Bogor bersih, hal itu juga akan merangsang paket-paket wisata yang muncul, misalnya paket mengunjungi Istana Merdeka-Istana Bogor dengan naik kereta. Dikhususkan 1 gerbong wisata untuk rombongan khusus di hari Sabtu dan Minggu.

Jadi masalah keamanan, rawan copet yang menjadi masalah utamanya? "Kan pejabat bisa membawa ajudan pribadinya. Kalau nggak bawa duit nggak bawa apa-apa kan aman-aman saja. Untuk beberapa hal nggak perlu takutlah seperti warga biasa saja. Nggak perlu ditakuti, republik ini masih aman-aman saja kok," jawab dia.


Penimbun BBM gunakan macam macam cara untuk mengeruk keuntungan.Saksikan penelusurannya di "Reportase Investigasi" pukul 16.45 WIB, hanya di Trans TV.

(nwk/nrl)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    55%
    Kontra
    45%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000