detikcom
Jumat, 23/12/2011 13:32 WIB

Naik Commuter Line, Dahlan Kritik Waktu Tunggu yang Terlalu Lama

Hery Winarno - detikNews
Bogor - Menteri Badan Usaha Milik Negera (BUMN) Dahlan Iskan melontarkan kritik setelah naik KRL Commuter Line ke Istana Bogor. Dahlan berpendapat, waktu tunggu commuter line terlalu lama.

"Kalau dari Bogor mau ke Tanahabang itu kan pindahnya di Manggarai. Nah itu waktu tunggunya untuk kereta ke Tanahabang itu 25 menit. Itu terlalu lama saya kira," kata Dahlan kepada wartawan di sela-sela rapat kerja pemerintah di Istana Bogor, Kamis (23/12/2011).

Menurut Dahlan, waktu tunggu yang relatif lama tersebut membuat kereta penuh. Ia berharap hal tersebut ke depan bisa teratasi. "Kan penuh jadinya kereta harus menumpuk penumpang," ujar Dahlan.

Dahlan juga gemes sekaligus jatuh kasihan dengan penumpang yang naik di atas gerbong. "Ke depan, ini perlu dipikirkan," kata Dahlan.

Namun terkait pelaksanaan loop line, Dahlan menilai masyarakat pengguna KRL kini sudah terbiasa. "Sudah mulai terbiasa, tidak lagi ribet. Mungkin dulu karena baru diterapkan jadi masih banyak yang bingung tapi sekarang seperti sudah mengerti," papar Dahlan.


Penimbunan BBM gunakan macam cara untuk menimbun bbm.Saksikan penelusurannya di "Reportase Investigasi" pukul 16.45 WIB, hanya di Trans TV.

(her/aan)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    58%
    Kontra
    42%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000