detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Rabu, 16/04/2014 20:14 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 22/12/2011 12:48 WIB

Macet, Rektor Unsri dan Mahasiswa yang Hendak Wisuda Terpaksa Naik KA

Taufik Wijaya - detikNews
Palembang - Akibat sebuah trailer pengangkut kayu gelondongan mogok karena masuk ke paret di depan SPBU Kayuara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Jalan Lintas Timur Inderalaya-Palembang macet total, dari pukul 02.00 WIB. Akibatnya proses wisuda 1.400 sarjana baru dari Universitas Sriwjaya terganggu.

"Sampai saat ini kemacetan belum teurai," kata salah seorang mahasiswa, Sutrisman, kepada detikcom, Kamis (22/12/2011).

Dijelaskan Sutrisman, akibat kemacetan ini, Rektor Universitas riwijaya Prof Dr Badiah Parizade bersama ribuan mahasiswa Unsri yang akan diwisuda terpaksa naik kereta api dari Stasiun Kertapati dan berhenti di Stasiun Kereta Api Unsri. Dari sana mereka naik ojek sepeda motor ke kampus.

"Sebagian dosen yang membawa mobil pribadi memilih lewat jalan Palembang-Kayuagung, kemudian berbelok dari Kayuagung-Inderalaya," katanya.

Selain gangguan trailer yang mogok, kemacetan ini juga diakibatkan volume kendaraan yang cukup tinggi. Terutama keberadaan truk pengangkut batubara, yang setiap hari jumlahnya mencapai ribuan melintasi Jalan Inderalaya-Palembang.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(tw/anw)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
91%
Kontra
9%