Kamis, 22/12/2011 07:41 WIB

Tersangka Penipuan CPNS

Santi Ngaku Setor Uang ke Anas, Ahmad Mubarok: Tidak Ada Logikanya

Didi Syafirdi - detikNews
Jakarta - Partai Demokrat (PD) kembali diterpa isu tidak sedap. Seorang tersangka kasus penipuan CPNS di Surabaya, Santi, mengaku menyetor uang Rp 100 miliar kepada Ketua Umum Anas Urbaningrum dan M Nazaruddin. Petinggi Demokrat menilai pengakuan itu tidak ada logikanya.

"Tidak ada logikanya, apalagi pengakuan dari penipu," kata anggota Dewan Pembina PD Ahmad Mubarok saat dihubungi detikcom, Kamis (22/12/2011).

Pengakuan mengejutkan itu dilontarkan oleh Elizabeth Susanti alias Santi melalui pengacaranya, Burhan. Mengenai nama wanita itu, Mubarok mengaku tidak mengenalnya.

"Tidak tahu saya, tidak ada urusan sama hal seperti itu," ujar Mubarok.

Mubarok menilai pengakuan Santi hanya untuk mendompleng popularitas Anas dan Nazaruddin. Dia yakin, koleganya itu tidak terkait dengan kasus penipuan CPNS.

"Mungkin dia cari cara untuk meringankan bilang setor sama orang yang lagi populer," tandasnya.

Santi merupakan tersangka yang sempat kabur selama 8 hari dari Kejaksaan Negeri Surabaya. Rabu malam kemarin Santi ditangkap aparat Polrestabes Surabaya di Apartemen Aston Jakarta.

Setiba di Polrestabes Surabaya, Santi menyebut Hartoyo, Koordinator Divisi Pembinaan Organisasi DPD Partai Demokrat Jatim, sebagai otak dalam kasus yang menjeratnya. Santi juga menyebut beberapa pejabat yang terlibat dalam kasusnya seperti Sekretaris Provinsi Jatim Rasiyo, Anas Urbaningrum dan M Nazaruddin.

(did/nrl)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    69%
    Kontra
    31%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel