Rabu, 21/12/2011 16:45 WIB

Ratapan Warga Sungai Sodong Sumsel tentang Kasus Mesuji

Mohamad Rizki Maulana - detikNews
Halaman 1 dari 6
Sungai Sodong - Warga Desa Sungai Sodong, Kecamatan Mesuji, Sumatera Selatan (Sumsel) angkat bicara mengenai kasus Mesuji. Warga mengungkapkan inti permasalahan, yaitu sengketa di atas lahan yang mereka diami selama puluhan tahun hingga hadirnya perusahaan PT Sumber Wangi Alam (SWA) pada tahun 1996 hingga dijanjikan menjadi petani plasma.

Desa Sungai Sodong, merupakan salah satu desa yang didiami Suku Kayu Agung. Bahasa yang dipakai pun bukan bahasa yang dipakai di Palembang atau Lampung. Di Kecamatan Mesuji, Sumsel itu, Suku Kayu Agung juga mendiami beberapa desa yaitu Desa Sungai Badak, Desa Nipah Kuning, dan Desa Pagar Dewa. Tak heran, banyak warga di keempat desa itu berkerabat.

Kecamatan Mesuji di Sumsel dengan Kabupaten Mesuji di Lampung dipisahkan oleh Sungai Mesuji yang lebarnya 100-200 meter.

Untuk mencapai Desa Sungai Sodong, Sumsel, membutuhkan waktu 8-10 jam perjalanan darat dari Provinsi Lampung. Di desa itu, ada 400 kepala keluarga yang mencakup 1.500 jiwa.

Menurut Riyadi (bukan nama sebenarnya-red), salah satu warga yang dituakan di desa itu, sebelum ada perkebunan, Suku Kayu Agung sudah menempati tanah ulayat di wilayah itu turun temurun. Riyadi bahkan sudah sekitar 4 dasawarsa, semenjak lahir, mendiami wilayah itu.

Suku Kayu Agung hidup dari hutan dengan mencari kayu dan hasil hutan. Karena dekat dengan Sungai Mesuji, maka memancing ikan di sungai juga menjadi pilihan untuk bertahan hidup.

"Sekarang memancing sudah nggak karena di sungai semenjak ada industri, kalau habis pemupukan sawit, bekas pupuk turun ke sungai, ikan jadi susah," tutur Riyadi.Next

Halaman 1 2 3 4 5 6

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nwk/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
41%
Kontra
59%