detikcom
Rabu, 21/12/2011 11:15 WIB

Tergelincir di Yogya

Sriwijaya Air Dievakuasi Usai Investigasi KNKT Kelar foto

Nograhany Widhi K - detikNews
(Foto: Bagus Kurniawan/detikcom)
Jakarta - Komite Nasional Keamanan Transportasi (KNKT) melakukan investigasi terhadap insiden tergelincirnya Sriwijaya Air di Bandara Adisutjipto, Yogyakarta. Pesawat bernomor register PK-CKM itu dievakuasi dari runway setelah KNKT melakukan investigasi.

"Memang belum dievakuasi, menunggu investigasi dari KNKT. KNKT sudah ada di lokasi, menunggu dari KNKT tidak lama lagi mungkin sudah selesai," jelas Manajer Humas Sriwijaya Air, Agus Sujono, ketika dihubungi detikcom, Rabu (21/12/2012).

Agus enggan memaparkan kondisi pesawat Sriwijaya Air lebih lanjut. "Itu kewenangan mereka (KNKT). KNKT yang merilis supaya tidak simpang siur," imbuhnya.

Mengenai posisi pesawat yang serong ke timur laut dan adanya informasi pilot berupaya membelokkan pesawat agar tidak menabrak pagar bagian timur bandara, Agus juga menyerahkan kepada KNKT untuk menjelaskannya.

"Yang penting semua pelanggan penumpang sudah kita berikan yang maksimal, kami konsen terhadap hal itu, kita akan treatment penumpang, menginap di hotel kita inapkan. Bandara sudah beroperasi normal, jadwal semua airline juga normal," jelasnya.

Pesawat Boeing 737-300 Sriwijaya Air tergelincir di ujung landas pacu Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, pada Selasa (20/12) pukul 17.35 WIB. Sebelumnya pesawat yang sedianya memiliki rute Jakarta-Yogyakarta itu dialihkan pendaratannya ke Surabaya karena cuaca buruk di Yogya. Setelah dari Surabaya, pesawat kemudian kembali ke rute awal, Yogyakarta, dan diizinkan mendarat saat kondisi hujan deras.


Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(nwk/nrl)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%
MustRead close