detikcom
Jumat, 16/12/2011 14:39 WIB

Kurangi Pengangguran, Pemuda Timor Leste Diperbanyak Ikut Kursus

Bagus Kurniawan - detikNews
Yogyakarta - Angka pengangguran di Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) masih tinggi. Untuk menguranginya, Kementerian Pemuda dan Olahraga RDTL membekali pemuda dengan berbagai pelatihan dan kursus singkat.

"Memberikan kursus singkat dan pelatihan-pelatihan tenaga teknis adalah salah satu cara negara kami untuk mengurangi angka pengangguran," kata Menteri Pemuda dan Olahraga RDTL, Miguel Marques Gonzales Manetelu, saat mengunjungi Kantor Yogya Executive School (YES) di Jl Taman Siswa, Yogyakarta, Jumat (16/12/2011).

Miguel mengaku Timor Leste sebagai negara baru, masalah kepemudaan dan tingginya angka pengangguran menjadi problem tersendiri untuk segera diatasi. Setiap tahun sekitar 17 ribu hingga 20 ribu pemuda Timor Leste bertambah. Sedangkan angka usia produktif kerja ada sekitar 54 ribu. Sementara itu lapangan pekerjaan masih sedikit.

Oleh karena itu lanjut dia, kementerian pemuda dan olahraga bersama kementerian lainnya berusaha mengurangi angka pengangguran dengan menambah lapangan pekerjaan di bidang teknis.

"Salah satunya dengan memperbanyak pemuda Timor Leste usia produktif untuk mengikuti kursus singkat, pelatihan dan pendidikan yang berorientasi tenaga teknis," kata Miguel.

Menurut dia, saat pemerintah Timor Leste juga semakin gencar meningkatkan pembangunan karakter rakyat Timor Leste dengan sasaran terbesar pemuda dan anak-anak usia sekolah. Masyarakat Timor Leste harus dibangun kembali agar tidak semakin tertinggal dengan bangsa dan negara lain.

"Mengikuti kompetisi seperti Sea Games dan Asean Para Games adalah kebanggaan dan prestasi tersendiri bagi Timor Leste sebagai negara baru. kemampuan leadership pemuda juga kita tingkatkan," katanya.

Miguel mengaku banyak pegawai negeri di lingkungan kementrian pemuda dan olahraga yang dikirim ke Indonesia untuk mengikuti berbagai kursus dan pelatihan singkat. Salah satunya pelatihan di bidang IT dan peningkatan sumberdaya manusia (SDM).

"Setiap tahun banyak pegawai di kementrian kami yang dikirimkan ke Indonesia untuk ikut pelatihan. Hasil dan indikatornya positif dan ada peningkatan kualitas SDM. Ini salah satu upaya kami untuk mengejar ketinggalan," pungkas alumnus Teknik Elektro Universitas Udayana Bali.

(bgs/ndr)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    45%
    Kontra
    55%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    MustRead close