Jumat, 16/12/2011 13:34 WIB

Banyolan Olga Soal Korban Perkosaan Diadukan ke KPI

Anes Saputra - detikNews
Jakarta - Presenter Olga Syahputra mendapat kritikan pedas dari publik khususnya korban perkosaan. Olga dipersoalkan terkait adegan yang ditayangkan langsung dalam acara di televisi. Ucapan Olga dinilai menyinggung korban perkosaan.

"(Pernyaataan Olga) Itu enggak sensitif sekali. Laporan yang ke saya adalah dia (Olga) jadi hantu katanya, terus dia ditanya matinya kenapa? Terus dia jawab, sepele, diperkosa sopir angkot," jelas Helga, yang mewakili korban perkosaan saat ditemui di Kantor KPI, Jl Gadjah Mada, Jakarta Pusat, Jumat (16/12/2011).

Olga mengatakan itu dalam acara 'Dekade' yang ditayangkan langsung di TransTV dan Trans7 pada Jumat (15/12) malam. Saat itu, Olga berperan sebagai 'Suster Ngesot'. Olga melakukan dialog dengan lawan mainnya dan keluarlah candaan Olga itu.

"Publik figur dan pejabat publik adalah orang-orang yang ketika mengeluarkan pernyataan akan menggiring opini publik. Dan itu akan sangat membahayakan karena ujung-ujungnya orang nanti akan menganggap perkosaan itu masalah sepele, bukan kejahatan. Maka efeknya korban perkosaan akan selalu disalahin masyarakat," jelas Helga yang aktif di LSM Lentera yang menaungi korban perkosaan ini.

Sedang Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Ezki Suyanto menyatakan bahwa kasus aduan soal Olga ini bukan yang pertama. Rencananya KPI akan mengumpulkan seluruh stasiun TV, yang biasa menggunakan Olga.

"Kita minta policy dari mereka, karena ini bukan kasus Olga yang pertama. Kita kan enggak bisa melarang orang untuk tampil di TV, tapi publik punya hak untuk dihormati. Jadi nanti, kita akan bilang kepada stasiun TV silakan Anda memilih hak publik atau tetap memilih Olga. Kalau mereka tetap memilih Olga, mereka harus punya policy tersendiri, misalnya sensor dan edit. KPI tidak bisa menyensor, KPI tidak bisa mengedit," terang Ezki di tempat yang sama.

Sementara itu juru bicara TransTV Hadiansyah Lubis saat dikonfirmasi soal acara Olga itu menjelaskan, apa yang diucapkan Olga itu tidak ada di skenario. Pihak Trans juga sudah menyampaikan keberatan masyarakat dan KPI kepada pihak Olga.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(ndr/nwk)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%