detikcom

Rabu, 14/12/2011 13:03 WIB

Kronologi Insiden Penerbangan Merpati Bima-Denpasar

Andi Saputra - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Insiden engine failure (kegagalan mesin) yang dialami pesawat MA-60 yang lepas landas dari Bima, Senin (12/12) lalu bukan hal yang luar biasa. Tetapi bagaimana pilot mengambil keputusan mendarat kembali dengan selamat di tempat embarkasi Bandara Muhammad Salahuddin, Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), tindakan yang luar biasa.

“Ini membuktikan, sistem pelatihan pilot di maskapai penerbangan Merpati berjalan dengan sangat baik, di mana dalam setiap melaksanakan proficiency check, pilot selalu dilatih untuk selalu siap menghadapi situasi emergency,” ujar Dirut PT Merpati Nusantara Airlines Jhonny Sardjono seperti dalam rilis yang diterima detikcom, Rabu (14/12/2011).

Menurut Jhonny, kemampuan dan kehandalan pilot-pilot Merpati terus ditingkatkan, dengan orientasi keselamatan ketika menghadapi situasi darurat dalam penerbangan. Baik ketika tiba-tiba mengalami hilangnya tekanan udara, kegagalan mesin (engine failure) saat tinggal landas atau ketika melakukan pendaratan, juga bagaimana ketika pesawat mengalami kebakaran mesin atau engine fire.

“Jadi pilot jadi terbiasa menghadapi situasi-situasi tersebut. Nah, ini biasa karena terlatih,” ujar Jhonny, yang merupakan lulusan Australian College Aviation ini.

Munculnya asap di mesin sebelah kiri pesawat MA-60 pasca lepas landas dari Bima menuju Denpasar sekitar pukul 10.38 waktu setempat, yang kemudian memaksa penerbangan reguler ini untuk mendarat kembali di Bandara Bima, NTB, kini sedang diinvestigasi Tim Internal PT MNA. Namun temuan sementara menunjukkan, adanya hubungan pendek pada electrical system mesin pesawat

Semua penumpang dan kru yang berjumlah 38 orang selamat dan tidak ada satupun penumpang atau awak pesawat mengalami luka-luka, ketika pesawat dengan kondisi satu mesin, mendarat seperti normal. Penerbangan MZ-623, rute Bima-Denpasar, merupakan penerbangan kedua dari empat jadwal penerbangan, serta hari kedua dari tiga hari tugas bagi pilot yang melayani rute penerbangan tersebut.

Awalnya, pesawat take off dari Bima dalam keadaan normal. Namun ketika menjelajah ketinggian di 6000 kaki, seorang penumpang melaporkan adanya asap di engine sebelah kiri dan kemudian dilaporkan Engineer On Board ke pilot. Namun saat dilaporkan, indikator pesawat masih menunjukkan normal.Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(asp/nwk)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
73%
Kontra
27%