detikcom
Selasa, 13/12/2011 22:16 WIB

Terpilih Jadi Wagub Banten, Rano Karno Mundur Sebagai Wakil Bupati

Dira Derby - detikNews
Tangerang - Setelah menang dalam Pemilukada Provinsi Banten, Rano Karno resmi mengajukan surat pengunduran diri sebagai Wakil Bupati Tangerang. Bersama gubernur terpilih Ratu Atut Chosiyah, Rano akan dilantik pada 11 Januari 2012 menjadi Wakil Gubernur Banten.

"Surat pengunduran diri yang bersangkutan (Rano Karno) sudah dibuat. Nanti akan dikeluarkan surat keputusan pengunduran diri Rano oleh Bupati," kata Sekda Kabupaten Tangerang Rahmansyah kepada wartawan di Sumareccon Mal Serpong, Selasa (13/12/2011).

Menurut Hermansyah, Rano harus mengajukan surat pengunduran diri karena tidak mungkin menjalani dua jabatan sekaligus. Setelah dilantik pasangan Ratu Atut-Rano Karno akan memimpin Banten untuk periode 2012-2017.

"Ketentuan hal-hal jabatan wakil dan jabatan diatas wakil, yakni Bupati diatur dalam UU Pemerintahan Daerah. Kurang 18 bulan sisa jabatan kepala daerah/wakil kepala daerah akan diganti," jelas Hermansyah.

Menurut Hermansyah, Bupati Tangerang Ismet Iskandar tidak terlalu mempersoalkan kepergian Rano menjadi Wakil Gubernur Banten, karena dalam menjalani tugas Ismet akan dibantu oleh staf ahli, kepala dinas, dan perangkat camat dan lurah.

Karenanya kata Hermansyah, pemerintah Kabupaten Tangerang tidak mencari pejabat yang akan mengantikan posisi Wakil Bupati Tangerang.

"Kursi jabatan Wakil Bupati Tangerang akan dibiarkan kosong, dan hanya dipimpin Bupati Tangerang, Ismet Iskandar sampai akhir jabatannya tahun depan," tandasnya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(did/did)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%