Detik.com News
Detik.com
Selasa, 13/12/2011 09:25 WIB

Duh! Pelecehan Seksual di Bus TransJ Meningkat

Nala Edwin - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Badan Layanan Umum (BLU) TransJakarta telah memberlakukan area khusus wanita di bus berjalur khusus ini. Peraturan ini diharapkan jadi solusi untuk menekan pelecahan seksual dalam bus tersebut. Maklum, pelecehan seksual di bus TransJ pada 2011 ini meningkat jika dibanding tahun sebelumnya.

"Memang terjadi peningkatan kasus pelecehan seksual," kata Kepala BLU TransJ, Muhammad Akbar, kepada detikcom, Selasa (13/12/2011).

Menurut data yang dimiliki BLU TransJ, telah terjadi 8 kasus pelecehan seksuai di bus TransJ sepanjang 2011. Sedangkan pada 2010 kasus pelecehan seksual di bus tersebut hanya 6 kasus.

"Pemberlakuan area khusus ini salah satunya untuk menekan pelecehan seksual di busway," katanya.

Area khusus wanita ini mulai diberlakukan kemarin (12/12). Penumpang perempuan diminta duduk di bagian depan bus, sementara penumpang laki-laki diminta duduk di bagian belakang.

"Awalnya memang masih pada bingung namun setelah diberi pengarahan petugas menjadi mengerti," terangnya.

Akbar menyatakan bus TransJ mencontoh keberhasilan gerbong khusus wanita yang diberlakukan KRL. Menurutnya, nantinya penumpang sendiri yang akan mengawasi pemberlakuan aturan ini. Next

Halaman 1 2

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(nal/vit)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
93%
Kontra
7%