detikcom
Senin, 12/12/2011 10:36 WIB

Komisi III Minta Wa Ode Berani Jadi Whistle Blower, Bongkar Banggar DPR

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - Komisi III DPR meminta KPK memberikan kesempatan kepada anggota Banggar dari PAN, Wa Ode Nurhayati, untuk membuka permainan anggaran di DPR. Kemudian menjadi tugas KPK mengusut setiap kasus yang dibeberkan Wa Ode.

"Kalau bisa harus diungkap semuanya. Itu sangat penting dan itu tantangan berat KPK mengungkap, dan Wa Ode harus mengungkap secara terbuka kepada publik, berikan kesempatan dia harus jadi whistle blower," tutur Ketua Komisi III DPR, Benny K Harman.

Hal ini disampaikan Benny kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (12/12/2011).

Selanjutnya KPK diminta memeriksa setiap pihak yang disebut Wa Ode. Sekalipun pihak-pihak tersebut berasal dari Banggar DPR.

"KPK jangan hanya menangkap Wa Ode untuk kasus Wa Ode. KPK menangkap untuk perkembangan banyak kasus. Kalau banyak yang keseret ya DPR siap saja. DPR Siap diperiksa KPK berkaitan dengan Wa Ode dan Dewan tak boleh melindungi,"paparnya.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan anggota Badan Anggaran DPR Wa Ode Nurhayati sebagai tersangka kasus pembahasan anggaran dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (PPID) tahun 2011. Wa Ode diduga menerima uang terkait proyek itu.

"WON ditetapkan tersangka terkait penerimaan hadiah atau janji berkaitan dengan anggaran PPID tahun 2011," tutur Wakil Ketua KPK Haryono Umar, di kantornya, Jl Rasuna Said, Jaksel, Jumat (9/12/2011) malam.


Penimbunan BBM gunakan macam cara untuk menimbun bbm.Saksikan penelusurannya di "Reportase Investigasi" pukul 16.45 WIB, hanya di Trans TV.

(van/ndr)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    55%
    Kontra
    45%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000