Jumat, 09/12/2011 20:54 WIB

Bayi 6 Ons Terlahir di Tangerang, Butuh Donatur

Jakarta - Seorang bayi perempuan lahir dengan kondisi abnormal hanya seberat 6 ons pada Kamis (8/12/2011). Meski kondisinya belum stabil, bayi mungil ini terpaksa dirawat di rumah karena kondisi ekonomi keluarganya yang kurang mampu.

Bayi bertubuh ringan ini adalah anak ketiga dari pasangan suami istri Ricky (33) dan Tuti Alawiyah (28) yang tinggal di Kelurahan Neroktog, RT 07/05, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.

Menurut Ricky, kehamilan istrinya ini awalnya tidak diketahui. Ia merasa curiga ketika melihat perut istrinya agak membesar.

"Awalnya tidak tau kalau dia hamil karena masih datang bulan. Lalu diperiksa di dukun beranak, ternyata benar usia kandungannya sudah 4 bulan," katanya, Jumat (9/12).

Kemudian pada Rabu (7/12) malam, Tuti mulai mengeluh sakit perut. Keesokannya, ia langsung dibawa ke Rumah Sakit Bakti Asih Ciledug.

"Setelah dibawa ke ruang bersalin, 10 menit kemudian dia langsung melahirkan," tambah Ricky.

Bayinya lahir pada Kamis (8/12) sekitar pukul 07.30 WIB. Tuti terkejut karena bayinya hanya seberat 6 ons dengan panjang 30 cm. "Dokter bilang kemungkinan hidupnya cuma 10 persen, jadi sia-sia saja di rawat di inkubator. Kita juga tidak punya biaya kalau di rawat disana, akhirnya dibawa pulang," ungkap Ricky.

Ricky mengaku tidak menyangka anaknya lahir abnormal. Padahal sebelumnya kedua anaknya lahir dengan normal. Ia menduga hal ini karena istrinya mengidap penyakit komplikasi. "Istri saya sakit jantung, kelenjar betah bening dan darah tinggi. Mungkin pengaruh pada kandungannya," ungkapnya.

Sementara istrinya kemudian dipindahkan ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk menjalani perawatan. Sedangkan bayinya dirawat di rumah dan hanya diberikan susu kemasan. Ricky mengaku bingung dengan biaya perawatan istri dan bayinya karena ia hanya bekerja sebagai tukang cuci mobil.

"Saya tidak punya biaya. Untuk melahirkan juga biayanya dibantu saudara," terangnya

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(van/van)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%