detikcom
Rabu, 07/12/2011 12:25 WIB

Dituduh Menculik Anak Kandung, Fransisca Pingsan Di Pengadilan

Baban Gandapurnama - detikNews
Fransisca berpelukan dengan anaknya
Bandung - Fransisca Jo (44), seorang ibu kandung yang dijebloskan ke penjara dengan tuduhan menculik anak kandungnya sendiri, pingsan di pengadilan. Ia pingsan saat bertemu anak pertamanya Davin yang berusia 17 tahun.

Hari ini, Fransisca menghadapi sidang pertama dengan agenda dakwaan. Namun belum juga berkas dakwaan dibacakan jaksa penuntut umum (JPU) Pintauli, sidang diskors. Penyebabnya, kuasa hukum Fransisca belum hadir di ruang sidang.

Sidang dimulai pukul 11.10 WIB dengan membacakan identitas terdakwa. Kemudian Ketua Majelis Hakim Edison menanyatakan pada terdakwa mengenai kuasa hukum yang mendampinginya.

"Seharusnya ada, tapi dalam perjalanan katanya. Saya tidak tahu ada sidang hari ini, karena baru diberitahu tadi pagi. Pengacara dan keluarga lainnya juga tidak tahu," ujar Fransisca yang mengenakan setelah kemeja putih dan celana hitam dengan rompi merah tahanan di PN Bandung, Jalan RE Martadinata, Bandung, Rabu (7/12/2011).

Akhirnya majelis hakim pun menskors sidang hingga waktu yang belum ditentukan. Tak berapa lama kemudian, datang dua orang remaja, satu laki-laki dan satu perempuan. Remaja laki-laki diketahui merupakan anak pertama Fransisca, David. Keduanya langsung berpelukan dan tampak berbincang.

Entah terlibat pembicaraan apa, keduanya menangis sambil berpelukan. Si remaja perempuan pun mendekati ibu dan anak itu, kemudian mereka bertiga menangis. Tiba-tiba terlihat Fransisca lemas dan kemudian pingsan. Ruangan sidang sempat panik. Akhirnya majelis hakim memerintahkan JPU untuk mengurus terdakwa dulu.

Fransisca pun lalu digendong keluar dan dibaringkan di kursi yang berada di depan ruangan sidang. Tak berapa lama, kerabat lainnya berdatangan. Hingga saat ini Fransisca masih belum sadarkan diri.

Diberitakan sebelumnya, Fransisca ditangkap saat tengah main tenis dengan kedua anaknya di Apartemen mewah Kelapa Gading, Jakarta, oleh Polda Jabar, Rabu pekan lalu. Fransisca ditangkap dengan tuduhan penculikan terhadap anak kandungnya.

Kasus ini bermula ketika PN Jakarta Utara memutus cerai kedua orang tua tersebut pada 2005 lalu. Anehnya, hakim memberikan hak asuh kepada ayah, Peter. Padahal anak-anaknya masih belum cukup umur sehingga seharusnya ikut ibu. Hakim ini telah sampai proses Peninjauan Kembali Mahkamah Agung (PK MA). Namun hakim memberikan hak asuh ke orang tua laki-laki. Akan tetapi, anaknya secara naluriah ikut dengan ibunya.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(bbn/asp)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
67%
Kontra
33%