detikcom
Selasa, 06/12/2011 16:13 WIB

PNS Muda yang Cuci Uang Negara Bisa Jadi Hanya Disuruh Atasan

Ahmad Toriq - detikNews
Teten Masduki
Jakarta - PNS muda tengah menjadi sorotan. Tingkah laku nakal segelintir di antara mereka terendus Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK). Bahkan ada PNS muda yang melakukan praktik pencucian uang negara. Alhasil uang di rekening mereka mencapai miliaran rupiah. Kok bisa?

"Ini fenomena Gayus (Gayus Tambunan-red), usia-usia seperti itu kan usia Gayus juga. 30 Tahun ke bawah tapi punya rekening miliaran, ini menunjukkan reformasi birokrasi gagal," kata pegiat antikorupsi Teten Masduki di sela-sela seminar Pidana Pencucian Uang, di Hotel Bidakara, Jl MT Haryono, Jaksel, Selasa (6/12/2011).

Teten menilai, PPATK yang menemukan praktik itu harus melakukan pengusutan. Jangan diam saja, proses hukum wajib dilakukan bila ditemukan unsur pidana.

"Pertama harus diusut dari segi hukum, karena ini sangat tidak masuk akal. Kalau dilihat dari pendapatan mereka yaitu kemungkinan ini dari transaksi suap, bisa juga anak-anak muda ini operator bos-bosnya. Ini mesti didorong dari segi proses hukumnya. Jadi KPK jangan berhenti dengan mengungkapkan ini ke publik, tapi harus diselesaikan," jelasnya.

Langkah kedua, PNS muda itu harus diberi sanksi administratif dan dicopot dari jabatannya. "Bayangan, anak muda ini jadi operator untuk mengatur bisnis-bisnis transaksi korupsi. Karena kalau dia langsung nggak mungkin, karena dia belum punya kekuasaan. Korupsi itu kan terkait dengan jabatan yang mereka punya. Kalau jabatan mereka rendah apa yang disuap," sambung Teten.

Untuk mengatasi persoalan ini, harus diberikan sanksi yang tegas bagi mereka yang terbukti mengemplang uang negara. "Bawa pidana dan sanksi administratif copot jabatan. KPK juga harus proaktif meminta data itu ke PPATK," tutur Teten.


Anak seorang pembantu raih nilai UN tertinggi se-Jawa Timur. Saksikan kisahnya di "Reportase Sore", pukul 16.30 WIB, hanya di Trans TV.

(ndr/vit)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    59%
    Kontra
    41%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000