Senin, 05/12/2011 13:08 WIB
Israel Marah Atas Komentar Hillary Clinton Soal Demokrasi
Dalam pertemuan tertutup 'Saban Forum' di Washington, DC pada Sabtu, 3 Desember waktu setempat, Hillary mengungkapkan kekhawatirannya akan RUU 'antidemokrasi' yang diajukan para anggota sayap kanan pemerintahan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu. RUU tersebut membatasi bantuan bagi organisasi HAM. Hillary menyebut RUU itu mengancam demokrasi Israel.
Hillary juga terkejut ketika mendengar bahwa beberapa bus di Yerusalem memiliki aturan pemisahan penumpang secara gender dan bahwa sejumlah tentara Israel menolak menghadiri event-event di mana kaum wanita akan tampil menyanyi.
Komentar-komentar Hillary itu dimuat oleh banyak media Israel. Menteri Keuangan Israel Yuval Steinitz menyebut komentar-komentar Hillary itu benar-benar berlebihan. Namun diakuinya, pemisahan gender memang terjadi di Israel.
"Namun untuk mengklaim bahwa ada ancaman atas demokrasi Israel adalah sangat keterlaluan," cetusnya seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (5/12/2011).
Menteri Lingkungan Hidup Israel Gilad Erdan melontarkan pernyataan senada. Menurutnya, Hillary harusnya lebih memikirkan permasalahan di negaranya sendiri.
"Pejabat-pejabat terpilih di seluruh dunia harusnya lebih mengkhawatirkan masalah-masalah mereka di dalam negeri," cetus Erdan.
Menteri Dalam Negeri Israel Eli Yishai bahkan denga tegas membela negeri Yahudi itu. Menurutnya, Israel tetap menjadi satu-satunya negara demokrasi di Timur Tengah.
"Saya anggap apapun yang akan dilakukan di sini masih dalam batasan hukum," tegasnya.
Hanya Gara-gara Menyimpan Foto Pacar, Siswi SMK Tidak Diluluskan Pihak Sekolah. Simak Selengkapnya di "Reportase Pagi Akhir Pekan", pukul 04.30 - 05.30 WIB Hanya di TransTV
(ita/vit)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Angka Kelulusan SMK di Semarang Menurun
368 share this. -
Nekat! Perempuan Ini Interupsi Pidato Presiden AS Barack Obama
325 share this. -
Ahok Nilai Polemik KJS Terlalu Dipolitisasi Sejumlah Anggota DPRD DKI
286 share this. -
Pelajar Rayakan Kelulusan di Tengah Kampanye ESP-Win
228 share this. -
Pustun Luthfi
0 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Jumat, 24/05/2013 19:17 WIB
Helikopter Polisi Venezuela Jatuh Saat Buru Penjahat, 5 Orang Tewas
-
Jumat, 24/05/2013 18:50 WIB
Kerusuhan Berlanjut di Swedia, Sekolah dan Kantor Polisi Dibakar
-
Jumat, 24/05/2013 18:27 WIB
Bakar Diri, Biksu Sri Lanka Kritis
-
Jumat, 24/05/2013 18:21 WIB
Utusan Korut Temui Presiden China, Sampaikan Surat dari Kim Jong-Un
-
Jumat, 24/05/2013 17:38 WIB
PM Jepang Tidak Tempati Rumah Dinasnya karena Berhantu?
-
Sabtu, 25/05/2013 01:11 WIB
Nekat! Perempuan Ini Interupsi Pidato Presiden AS Barack Obama
-
Sabtu, 25/05/2013 01:52 WIB
Tawuran Antarpemuda Pecah di Jembatan Lima Jakarta Barat
-
Jumat, 24/05/2013 12:12 WIB
4 Cerita Luthfi dan 'Hobi' Pijat di Rumah Darin
-
Sabtu, 25/05/2013 00:04 WIB
Ahok Nilai Polemik KJS Terlalu Dipolitisasi Sejumlah Anggota DPRD DKI
-
Jumat, 24/05/2013 20:30 WIB
Canda Ahok Soal Status Tersangka Farhat Abbas: Masak Lama Amat?
-
Jumat, 24/05/2013 16:06 WIB
Sebut Ahok Cina, Farhat Abbas Jadi Tersangka
-
Jumat, 24/05/2013 19:16 WIB
Kronologi Bunuh Diri Anggota Jatanras Polda Metro Jaya di Pulogadung
-
Jumat, 24/05/2013 10:29 WIB
3 Kisah 'Jatuh Bangun' Darin Menggapai Kelulusan Sekolah
-
548 Komentar
-
367 Komentar
-
246 Komentar
-
205 Komentar
-
205 Komentar
-
145 Komentar
-
136 Komentar
-
123 Komentar
-
Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
MustRead
close
-
Jumat, 24/05/2013 20:30 WIB
Canda Ahok Soal Status Tersangka Farhat Abbas: Masak Lama Amat?
-
Jumat, 24/05/2013 20:08 WIB
Bertemu Presiden Korsel, Chairul Tanjung Serahkan Foto Historis
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer












Made Tantrawan (21), mahasiswa Fakultas MIPA UGM memiliki catatan prestasi yang luar biasa. Ia menjadi langganan juara olimpiade internasional dan kini lulus dengan sempurna. Apa resepnya?
Perlawanan para koruptor memang bervariasi. Sejak pertama kali pemberantasan korupsi dilakukan pada permulaan revolusi di Indonesia, tahun 1957, perlawanan sudah terjadi. Perlawanan para koruptor sudah merupakan hukum besi. Hukum perlawanan adalah hukum kemestian.
