detikcom
Minggu, 04/12/2011 14:07 WIB

Guru CT Tertangkap Membawa Sabu-sabu dalam Spidol

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Pekanbaru - Pihak kepolisian menangkap CT yang ketahuan membawa sabu-sabu. Barang haram itu disembunyikan dalam spidol. CT (23) merupakan seorang guru wanita di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Riau yang nekad nyambi sebagai agen narkotika.

Dari tangan tersangka, Polres Inhu berhasil mengamankan 8 paket sabu yang dia sembunyikan itu. CT sendiri yang sering disapa Cit ini merupakan guru SMP di salah satu sekolah di Rengat, ibukota Inhu, Riau. Kini guru warga Jl Raya Rengat Desa Bingruh Kecamatan Rengat itu harus mendekam dibalik jeruji besi di Mapolres Inhu.

Informasi yang dihimpun detikcom, penangkapan ini berawal dari informasi warga ke pihak kepolisian. Bahwa guru SMP ini dicurigai sebagai agen sabu di Kabupaten Inhu. Atas laporan warga itu, pihak kepolisian melakukan penyelidikan.

Dari informasi warga itu, Satuan Reskrim Narkoba Polres Inhu melakukan penggeledahan di rumah tersangka. Saat di geledah, barang haram itu memang tidak ditemukan dalam rumah. Namun polisi tidak berhenti sampai disitu. Polisi lantas menggeledah tas milik CT.

Seluruh isi tas satu persatu diperiksa. Dari sana ketahuan, ternyata CT menyimpan sabu-sabu di dalam spidol warna hitam alat tulis untuk dia mengajar di sekolah.

Dari dalam spidol tersebut, polisi menemukan 8 paket sabu-sabu. Kini barang bukti sudah diamankan pihak kepolisian.

Kabis Humas Polda Riau, AKBP S Pandiangan membenarkan kasus penangkapan guru berinisial CT itu.

"Saat ini tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Inhu guna untuk mengembangan kasus," kata Pandiangan, Minggu (4/12/2011) di Pekanbaru.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(cha/nwk)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
66%
Kontra
34%