Kementerian Pertanian Siapkan Rp 4 Triliun Antisipasi Cuaca Ekstrim 2012
Minggu, 04/12/2011 03:17 WIB
Tegal
Kementerian Pertanian menyiapkan anggaran sebesar Rp 4 triliun pada tahun 2012 untuk mengantisipasi musibah banjir atau sejenisnya terkait dengan cuaca ekstrim yang diprediksikan akan menyebabkan bencana yang menimpa lahan pertanian.
Angka ini meningkat satu triliun dibandingkan tahun 2011 lalu yang hanya sebesar Rp 3 triliun.Hal tersebut dikemukakan oleh Menteri Pertanian saat mengadakan temu wicara dengan peternak dan petani di desa TegalAndong, kabupaten Tegal,
"Ada dana yang disebut dengan dana kontijensi. yakni dana yang disiapkan untuk mendukung perubahan iklim ekstrim. Pada tahun 2012 akan ditingkatkan menjadi 4 triliun.Dana tersebut akan disesuaikan dengan kondisi yang terjadi," tutur Menteri pertanian Suswono kepada detikcom disela-sela acara temu wicara, di Tegal Sabtu (03/12) malam.
"Misalnya jika nanti ada musibah banjir atau hujan terus menerus maka dana tersebut bisa digunakan untuk menyiapkan dryer atau pengering , sebaliknya jika trendnya adalah elnino maka dana itu akan digunakan untuk pengadaan pompa. Dana tersebut bisa dioptimalkan untuk mendukung perubahan ekstrim tahun 2012 mendatang," sambungnya.
Menurut Suswono dana kontijensi tersebut pada 2012 mendatang meningkat dari tahun 2011 yang hanya sekitar Rp 3 Tiliun. Yakni Rp 1 Triliun stabilisasi harga dan Rp 2 triliun untuk keperluan mendadak terkait cuaca ekstrim. Namun menurutnya sampai sekarang masih ada kendala proses administrasi keuangannya yang sering terlambat.
"Seperti kasus kemarin saat musim kering, yang seharusnya ada pompa namun menjadi terlambat karena proses administrasi.Meski demikian Bapak Presiden telah mengisntrusikan untuk segera dibikin aturan untuk memudahkan proses administrasi tersebut,"tegas Suswono.
Menjawab pertanyaan wartawan terkait janji Badan Pertanahan Nasional yang menjanjikan akan memberi lahan terlantar sebanyak 2 juta hektar dari 7,1 hektar lahan terlantar yang menjadi wewenang BPN , Suswono mengatakan hingga kini belum ada realisasinya.
Suswono membenarkan bahwa pihak BPN pada tahun-tahun lalu pernah menjanjikan untuk menyerahkan lahan terlantar sebanyak 2 juta hektar lahan terlantar untuk diolah oleh departemen pertanian, namun hingga kini belum terealisasi. Ia berharap dalam waktu dekat bisa terealisir sehingga bisa membantu meningkatkan produksi pangan di Indoneisia.
Pada acara temu wicara dengan petani dan peternak di desa Tegalandong Kabupaten Tegal tersebut, Suswono berkesempatan meninjau pengolahan pertanian dan ternak oleh petani setempat yang dinilai cukup berhasil.
(fjp/fjp)
Angka ini meningkat satu triliun dibandingkan tahun 2011 lalu yang hanya sebesar Rp 3 triliun.Hal tersebut dikemukakan oleh Menteri Pertanian saat mengadakan temu wicara dengan peternak dan petani di desa TegalAndong, kabupaten Tegal,
"Ada dana yang disebut dengan dana kontijensi. yakni dana yang disiapkan untuk mendukung perubahan iklim ekstrim. Pada tahun 2012 akan ditingkatkan menjadi 4 triliun.Dana tersebut akan disesuaikan dengan kondisi yang terjadi," tutur Menteri pertanian Suswono kepada detikcom disela-sela acara temu wicara, di Tegal Sabtu (03/12) malam.
"Misalnya jika nanti ada musibah banjir atau hujan terus menerus maka dana tersebut bisa digunakan untuk menyiapkan dryer atau pengering , sebaliknya jika trendnya adalah elnino maka dana itu akan digunakan untuk pengadaan pompa. Dana tersebut bisa dioptimalkan untuk mendukung perubahan ekstrim tahun 2012 mendatang," sambungnya.
Menurut Suswono dana kontijensi tersebut pada 2012 mendatang meningkat dari tahun 2011 yang hanya sekitar Rp 3 Tiliun. Yakni Rp 1 Triliun stabilisasi harga dan Rp 2 triliun untuk keperluan mendadak terkait cuaca ekstrim. Namun menurutnya sampai sekarang masih ada kendala proses administrasi keuangannya yang sering terlambat.
"Seperti kasus kemarin saat musim kering, yang seharusnya ada pompa namun menjadi terlambat karena proses administrasi.Meski demikian Bapak Presiden telah mengisntrusikan untuk segera dibikin aturan untuk memudahkan proses administrasi tersebut,"tegas Suswono.
Menjawab pertanyaan wartawan terkait janji Badan Pertanahan Nasional yang menjanjikan akan memberi lahan terlantar sebanyak 2 juta hektar dari 7,1 hektar lahan terlantar yang menjadi wewenang BPN , Suswono mengatakan hingga kini belum ada realisasinya.
Suswono membenarkan bahwa pihak BPN pada tahun-tahun lalu pernah menjanjikan untuk menyerahkan lahan terlantar sebanyak 2 juta hektar lahan terlantar untuk diolah oleh departemen pertanian, namun hingga kini belum terealisasi. Ia berharap dalam waktu dekat bisa terealisir sehingga bisa membantu meningkatkan produksi pangan di Indoneisia.
Pada acara temu wicara dengan petani dan peternak di desa Tegalandong Kabupaten Tegal tersebut, Suswono berkesempatan meninjau pengolahan pertanian dan ternak oleh petani setempat yang dinilai cukup berhasil.
(fjp/fjp)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 16:30 WIB
Survei: Mayoritas Warga DKI Tak Yakin Banjir Bisa Selesai dalam 3 Tahun
-
Minggu, 27/05/2012 16:26 WIB
Tabrak Jakmania di Dekat Halte Halimun, TransJ Diamuk Massa
-
Minggu, 27/05/2012 16:24 WIB
Pemprov Sumut Inventarisir 5 Calon Nama Bandara Kualanamu
-
Minggu, 27/05/2012 15:58 WIB
Jusuf Kalla: Soal Capres, Tunggu Saja!
-
Minggu, 27/05/2012 15:53 WIB
Merampas Motor di 21 Lokasi, Briptu Dirwanto Ditangkap di Indramayu
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
Minggu, 27/05/2012 15:43 WIB
Jelang Pilkada DKI, Foke Minta Petuah Jusuf Kalla
-
Minggu, 27/05/2012 14:56 WIB
3 Orang Tewas & 3 Kritis Dalam Pesta Miras Oplosan di Indramayu
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
686 Komentar
-
288 Komentar
-
255 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
