detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 06:44 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 02/12/2011 08:23 WIB

Gerindra: Jangan Pilih Pimpinan KPK untuk Amankan Kader Parpol!

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Foto: detikcom
Jakarta - Partai Gerindra merespon keras pertemuan Setgab koalisi membahas pimpinan KPK. Gerindra berharap pemilihan ketua KPK di Komisi III DPR tidak diarahkan untuk melindungi kader parpol yang tersandung kasus korupsi.

"Pimpinan KPK untuk memberantas korupsi bukan untuk melindungi kader-kader partai yang bermasalah. Gerindra berharap agar siapapun yang dipilih dari 8 orang tersebut, bertujuan untuk memberantas korupsi habis-habisan. Memberantas koruptor dan bukan untuk melindungi anggota, kader partainya yang tersangkut korupsi," imbau anggota Komisi III DPR dari Gerindra, Martin Hutabarat.

Hal ini disampaikan Martin kepada detikcom, Jumat (2/12/2011).

Gerindra sebenarnya berharap pemilihan pimpinan KPK disegerakan setelah fit and proper test usai. Namun faktanya sejumlah fraksi mengulur untuk melakukan lobi politik.

"Kuat keinginan Komisi III sebelumnya agar pemilihan dilakukan Kamis malam kemarin agar tidak masuk angin. Namun keinginan ini tidak disepakati oleh semua fraksi, terbukti digunakannya waktu tadi malam untuk lobi fraksi seperti Setgab yang menggunakan waktu semalam untuk menyatukan sikap memilih 4 dari 8 orang capim KPK tersebut," keluh Martin.

Namun Gerindra tetap meyakini mitra di DPR akan mengambil keputusan bijak terkait pimpinan KPK. Gerindra sendiri sudah pasti mendukung Bambang Widjojanto dan Yunus Husein menjadi pimpinan KPK. Dua lainnya, boleh ditawar.

"Gerindra sudah menetapkan Bambang dan Yunus dan tinggal menentukan dua orang lagi,"tutupnya.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(van/nvc)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%