detikcom
Jumat, 02/12/2011 05:15 WIB

DPR Sesalkan Sikap Diskriminasi Terhadap Keluarga Penderita HIV

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Ilustrasi (Reuters)
Jakarta - Sekolah Dasar (SD) Don Bosco Kelapa Gading, Jakarta menolak seorang siswanya karena sang ayah positif HIV. Menanggapi kasus diskriminasi ini, DPR pun sangat menyesalkan dan meminta pihak sekolah meminta maaf kepada sang anak dan orangtuanya.

"Kami sedih dan prihatin seperti itu," ujar Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso saat dihubungi detikcom, Jumat (2/12/2011).

Menurut Priyo, apa yang terjadi dalam kasus ini jelas-jelas merupakan diskriminasi. Hal seperti ini tidak seharusnya terjadi di masyarakat.

"Tidak boleh ada diskriminasi tentang anak-anak kita yang tidak berdosa karena perbuatan orang tuanya. Anak-anak tersebut harusnya kita beri tempat, kita dorong semangat sosialnya," ucapnya.

Penolakan yang dilakukan SD Don Bosco terhadap seorang calon siswanya hanya dengan alasan orangtua sang anak terinfeksi HIV dinilai sangat tidak masuk akal. "Kita tidak boleh memusuhi pengidap HIV/AIDS, apalagi anak-anaknya," kata Priyo.

Oleh karena itu, Priyo pun meminta pihak SD Don Bosco menerima kembali sang anak dan meminta maaf kepada keluarganya.

"Ini kita sangat menyesalkan dan sekolah itu harus meminta maaf dan menerimanya sekolah," tandas politisi Golkar ini.

Sebelumnya diberitakan, bertepatan dengan Hari AIDS Sedunia pada 1 Desember, ternyata diskriminasi terhadap orang dengan HIV dan AIDS masih banyak terjadi. Seorang anak bahkan ditolak masuk sekolah karena ayahnya terinfeksi HIV.

Zipporah Imogen Divine adalah putri dari Fajar Jasmin Sugandhi, seorang penulis yang terinfeksi HIV positif. Immi, panggilan akrabnya, tidak terinfeksi HIV seperti ayahnya, namun ia tetap menerima diskriminasi karena menjadi anak seorang HIV.

Immi yang baru saja diterima di SD Don Bosco Kelapa Gading, tiba-tiba saja ditolak dan penerimaannya dibatalkan hanya melalui pesan singkat (SMS). Pihak sekolah beralasan membatalkan keputusan menerima Immi karena beberapa calon orangtua siswa menolak keberadaan Immi.


seorang Bocah SD diadu Berkelahi Oleh temannya Hingga Muntah darah. Saksikan Informasi Selengkapnya di "Reportase Pagi", pukul 04.26 - 05.23 WIB, hanya di TRANS TV

(nvc/van)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%