detikcom

Kamis, 01/12/2011 02:32 WIB

Di Gang Damai, Nyawa Siswa SMP Melayang di Tangan Bocah SD

Andri Haryanto - detikNews
Halaman 1 dari 3
Jakarta - Aksi kekerasan yang berujung kematian tidak hanya melibatkan kalangan dewasa. Di Ciracas, Jakarta Timur, seorang bocah yang duduk di Sekolah Dasar (SD), FAR, tega membacok siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), Noel, lantaran tidak terima tulisan geng pelaku dicoret geng lain. Ironis.

FAR mendadak gelap mata ketika tulisan cat semprot kelompoknya, Chober, yang terpampang di tembok-tembok rumah warga di Gg Damai, Susukan, Ciracas, Jakarta Timur, berganti nama menjadi kelompok lain, Badui, yang merupakan kepanjangan dari Basis Dua Iblis.

Kelompok Chober yang mayoritas anggotanya adalah anak baru gede (ABG) tidak menerima coretan lawan yang dianggap menghina. Akhirnya, kelompok Chober mengajak Badui untuk bertemu di Gang Damai, Sabtu (26/11) sekitar 20.30 WIB.

Pertikaian terjadi ketika kelompok korban tengah berjalan bersama 30an orang. FAR yang tengah nongkrong di warung kopi saat itu bersama 8 orang teman satu kelompoknya melihat kelompok lawan menenteng senjata tajam.

FAR kemudian mencari sebilah bambu untuk membela diri di kebun yang tidak jauh dari warung kopi. Namun bukan bambu yang didapat, FAR menemukan sebuah celurit.

Belakangan FAR menyangkal bila praktik 'Loe Jual-Gue Beli' itu terlontar dari kelompoknya. "Justru geng Badui dan geng Damai yang datang menantang, mereka bawa senjata," sangkal remaja tanggung berusia 14 tahun, di Polsek Ciracas, Jakarta Timur, Jl Raya Bogor, usai melakukan rekonstruksi kejadian, Rabu (30/11).

"Enggak ada maksud nyerang Noel, cuma nyerang lawan saja. Saya kesal nama saya dan geng dihina," imbuhnya.Next

Halaman 1 2 3

Indonesia jadi surga pelaku pedopilia dunia. Saksikan di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ahy/rdf)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%