Detik.com News
Detik.com
Selasa, 29/11/2011 17:35 WIB

10 Siswa SD Tertimpa Tembok Roboh di Kranji Bekasi

Nala Edwin - detikNews
Jakarta - 10 Orang siswa SDN Kranji III dan SDN Kranji XV, Kota Bekasi mengalami luka-luka akibat tertimpa tembok yang ambruk di sekitar sekolah mereka. Selain melukai murid, reruntuhan tembok itu juga menimpa pedagang yang berjualan di sekitar sekolah itu.

"Korbannya ada 12 orang. 10 Orang anak dan 2 orang pedagang," kata Kapolres Kota Bekasi Kombes Priyo Widyanto kepada detikcom, Kamis (29/11/2011).

Priyo mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.15 WIB. Saat itu tembok yang sudah berusia tua di sekitar sekolah itu tiba-tiba saja runtuh. "Temboknya memang sudah tua, sehingga roboh," katanya.

Priyo menyatakan, kebanyakan korban mengalami luka memar. Namun ada satu pedagang yang menderita luka cukup parah akibat peristiwa itu. "Satu pedagang diperban lehernya akibat peristiwa itu," katanya.

Priyo menyatakan, petugas masih melakukan olah TKP di sekitar lokasi peristiwa tersebut. Sehabis olah TKP baru akan dilakukan pemeriksaan saksi. "Nanti kita periksa juga saksi-saksi," katanya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nal/nwk)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%