Senin, 28/11/2011 19:02 WIB
Dirut PT Bukaka: Tugas Kami Hanya Mengencangkan Baut Jembatan Kukar
Jembatan ini awalnya dibangun oleh PT Hutama Karya dan diresmikan pada tahun 2001 lalu. Di tahun 2011 ini, pada jembatan tersebut rencananya akan dilakukan perawatan dan perbaikan yang dikerjakan oleh PT Bukaka. Pada proyek ini PT Bukaka hanya akan melakukan perbaikan seperti pengencangan baut-baut yang mulai longgar.
"Kita memang ada mendapatkan kontrak untuk perbaikan dan perawatan jembatan ini. Tapi belum bekerja, kalau kita bekerja tentu jalan akan kita tutup dan tidak boleh ada lalulintas. Jadi karena belum dimulai jalan masih kita buka," kata Direktur Utama PT Bukaka, Irsal Kamarudin saat berbincang dengan detikcom.
Berikut ini wawancara detikcom dengan Irsal, Senin (28/11/2011) :
Apakah benar PT Bukaka yang akan menangani proyek perbaikan jembatan Kukar?
Kita memang ada mendapatkan kontrak untuk perbaikan jembatan ini dan perawatan jembatan ini. Tapi belum mulai bekerja, kalau kita bekerja tentu jalan akan kita tutup dan tidak boleh ada lalulintas. Jadi karena belum dimulai jalan masih kita buka.
Sebenarnya kapan kontrak mulai dilakukan?
Kita sudah dapatkan kontrak dan ditandatangani pada awal November. Tapi Jumat, Sabtu kemarin kita masih melakukan persiapan, belum bekerja. Dan untuk tahap persiapan ini butuh 2-3 hari. Harusnya hari minggu itu sudah selesai.
Berapa nilai proyek ini?
Rp 2,7 miliar.
Sampai kapan proyek ini selesai?
Sesuai dengan kontrak kita dikasih waktu dua bulan sampai Desember untuk bekerja. Untuk jembatan ini baru kali ini kita tangani.
Tahap persiapan itu seperti apa?
Jadi setelah kita tanda tangan, kita distribusikan alat khusus, macam-macam alatnya, yang kita datangkan dari Jakarta. Rencananya kalau persiapan sudah selesai baru kita dapat perintah dari Kemen PU untuk melaksanakan kerjaan. Dan sampai saat itu kita baru hanya melaporkan tahap persiapan.
Sebelum pengerjaan harusnya lalu lintas di jembatan sudah dimulai ditutup. Tapi kenapa tidak dilakukan?
Ya nggak dong, kalau belum ada aktivitas ngapain ditutup kasihan masyarakat. Kita kan belum ada kerjaan.
Katanya ada alat khusus pengerjaan yang sudah datang dari Jakarta, itu diletakkan di mana?
Peralatan khusus itu dibawa pakai mobil, memang diletakkan di jembatan tapi tidak ada penambahan berat yang terlalu signifikan (untuk jembatan).
Tugas PT Bukaka dalam proyek ini apa?
Kita ditugaskan mengencangkan baut yang longgar. Karenakan ini jembatan yang dilalui kendaraan terus menerus, sehingga harus ada perawatan.
Hanya ngencangin, katanya jembatan ini juga pernah ditabrak kapal. Apa termasuk perbaikan akibat ditabrak kapal itu?
Kalau ditabrak itu di luar lingkup kita, kita memang mendengar tapi bukan yang termasuk yang saya tangani, saya hanya melakukan pemeriksaan dan mengencangkan baut-baut, kalau ada komponen yang rusaknya lebih parah harusnya biayanya harus lebih besar dari itu dong.
Soal baut longgar, bagaimana pendapat Anda setelah meninjau sendiri?
Dari PU itu sudah tahu bahwa baut mulai longgar. Makanya kami dikasih pekerjaan ini.
Kalau begitu proyek perbaikan kan batal, lalu posisi PT Bukaka?
Kalau seandainya kami dinyatakan bersalah harusnya kami dihukum dong, tapi kami dikasih kerjaan baru. Kita diminta mengamankan tiang-tiang yang masih berdiri jangan sampaikan kena korban.
Untuk perbaikan sepenuhnya, sudah ada penawaran?
Kalau untuk penggantian jembatan sepenuhnya, belum ada pembahasan.
(lia/vit)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Wawancara Terbaru
Indeks Wawancara ยป
-
Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
-
Senin, 13/05/2013 12:52 WIB
Ahok Soal Waduk Pluit: Jadi, Siapa yang Langgar HAM?
-
Senin, 06/05/2013 09:41 WIB
Hakim Agung Supandi: Eksekusi Susno, MA Dijadikan Keranjang Sampah
-
Kamis, 02/05/2013 18:03 WIB
Adrianus Meliala Soal Susno: Orang yang Sengaja Melindungi, Bodoh
-
Kamis, 02/05/2013 13:46 WIB
Hakim Konstitusi Arief: Bayar di Bawah UMR, Pengusaha Tak Bisa Dipidana
-
Selasa, 21/05/2013 12:52 WIB
Ini Dia Darin Mumtazah, Pelajar yang Dekat dengan Luthfi Hasan
-
Selasa, 21/05/2013 09:29 WIB
Ini Penyebab NN Tega Memotong Kelamin Abdul di Pamulang
-
Selasa, 21/05/2013 17:30 WIB
Kata Ibunda ke Tetangga: Biarin Darin Dikawinin, Daripada Dia Hidup Susah
-
Selasa, 21/05/2013 17:15 WIB
Kisah Keluarga Darin yang Berubah Drastis Setelah Mengenal Luthfi
-
Selasa, 21/05/2013 21:09 WIB
Ini Reaksi Luthfi Hasan Saat Ditanya Soal Darin Mumtazah
-
Selasa, 21/05/2013 15:23 WIB
Luthfi Kerap Bertandang ke Rumah Darin dengan VW Caravelle dan Mazda Putih
-
Selasa, 21/05/2013 08:25 WIB
Luthfi Jelaskan Pushtun, Suku di Pakistan yang Wanitanya Terkenal Cantik
-
Selasa, 21/05/2013 13:52 WIB
Rambut Dibiarkan Terurai, Darin Sering Bawa Mobil
-
359 Komentar
-
238 Komentar
-
229 Komentar
-
211 Komentar
-
210 Komentar
-
210 Komentar
-
175 Komentar
-
162 Komentar
-
Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
15 Tahun Reformasi
Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,845.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Selasa, 21/05/2013 16:52 WIB
Darin Mumtazah dan Keluarga Kontrak Rumah di Jatinegara Rp 75 Juta/Tahun
-
Selasa, 21/05/2013 16:07 WIB
Elite PKS Tak Tahu Hubungan Darin Mumtazah dan Luthfi Hasan
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








_5.gif)






Kenikmatan nasi goreng khas Indonesia juga tak bisa disangkal Mikhail Kouritsyn. Setiap mampir ke Indonesia, orang Rusia ini takkan lupa menyantapnya.
Dalam Forum Newsmaker Thomson Reuters di Singapura, beberapa waktu lalu, SBY lebih memilih pembangunan yang tak melulu tergantung pada sistem kapitalisme (pasar bebas) atau sosialisme (anti pasar). Jalan ketiga yang menjadi antithesis dari keduanya dianggap SBY lebih pas untuk konteks Indonesia.
